Untuk merealisasikan sebuah ide bisnis atau bahkan mengembangkan sebuah bisnis yang sudah berjalan seringkali dan hampir pasti membutuhkan bantuan dari pihak lain. Baik itu berupaa pendanaan, perizinan, material dan banyak lagi lainnya. Dan salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan mengirimkan proposal ide bisnis yang kemudian dilanjutkan dengan tahap presentasi.
Namun seringkali kita tidak memperhatikan konten dari proposal yang kita berikan. Kita cenderung menyamaratakan bahasa komunikasi dan konten yang digunakan meskipun proposal ide bisnis tersebut diajukan kepada pihak yang berbeda-beda. Dampaknya adalah bisa jadi suatu proposal ide bisnis itu diterima di satu pihak, namun tidak menarik bagi pihak lainnya.
Hal ini dikarenakan setiap audiens, pembaca atau pihak yang menerima proposal ide bisnis Anda memiliki konsentrasi atau tujuan yang berbeda-beda dalam memutuskan sesuatu. Dari berlembar-lembar proposal yang kita kirimkan, mungkin hanya ada satu, dua atau tiga lembar saja yang paling menjadi perhatiannya.
Sehingga bisa dikatakan bahwa dalam mengajukan proposal ide bisnis apabila beda audiensnya maka berbeda pula pendekatannya.
- Investor
Ialah mereka yang bisa memberikan bantuan pendanaan untuk merealisasikan ide bisnis kita. Seorang investor biasanya akan meminta share profit dari hasil usaha yang kita jalankan. Sehingga yang menjadi konsentrasinya dalam memutuskan pendanaan adalah seberapa besar keuntungan yang bisa ia dapatkan dan kapan waktunya ia bisa memetik hasil investasinya tersebut.
- Kreditur
Ialah pihak yang bisa memberikan kita pinjaman modal untuk merealisasikan ide bisnis yang Anda ajukan. Yang menjadi perhatian seorang kreditur biasanya adalah kemampuan Anda mengembalikan pinjaman. Mampu membayar angsuran kredit beserta bunganya tiap bulan dengan teratur. Apakah Anda memiliki agunan yang cukup sebagai jaminan? Apakah ide bisnis Anda bisa menghasilkan cashflow yang baik?.
- Pemerintah
Pemerintah juga memiliki program-program bantuan bagi pelaku usaha, baik itu pendanaan, fasilitas dan sebagainya. Menariknya bantuan dari pemerintah biasanya tidak mensyaratkan kembalinya modal yang sudah diberikan. Dan yang menjadi perhatian dan pertimbangan pemerintah biasanya adalah program dan pemberdayaan dari bisnis kita. Seberapa besar dampak sosial positif yang terjadi jika bisnis kita berkembang?
- Program CSR Perusahaan
Tak sedikit perusahaan besar yang juga menaruh perhatian kepada pelaku usaha melalui program CSR. Hampir sama dengan pemerintah program CSR juga biasanya tidak mensyaratkan kembalinya modal. Namun yang menjadi syarat mereka dalam memberikan dana adalah seberapa besar potensi usaha tersebut berkembang, seberapa besar dampak positif yang bisa ditimbulkan dengan majunya ide bisnis yang kita ajukan?.
- Perlombaan
Tak jarang sebuah institusi mengadakan sebuah lomba ide bisnis yang memberikan sejumlah dana tertentu sebagai hadiah atau modal usaha bagi pemenang lomba. Biasanya hal yang lebih diperhatikan dalam lomba adalah keunikan sebuah ide dan feasibiltas dalam merealiasasikannya menjadi fokus utama.
Dengan mengetahui hal-hal diatas kita bisa membuat formula yang cocok dan sesuai dengan tujuan atau kepentingan tiap audiens. Sehingga ide bisnis kita bisa diterima oleh semua pihak.
Selamat Mencoba.