Menguliahkan Anak Malah Untung

Menguliahkan Anak Malah Untung

by 19 February 2015

Pak Putu yang Hebat,

Saya sedang mengantar anak kuliah di Jogja. Minta pertimbangan. Lebih baik anak saya kost/kontrak rumah atau saya belikan rumah. Seberapa menguntungkan investasi di sini Pak? -Lydia Ginting-

Salam Hebat Bu Lidya,

Mau pilih kost, kontrak, atau beli rumah? Itu memang pertanyaan menarik untuk bapak/ibu yang memiliki anak kuliah di Jogja. Pertumbuhan bisnis properti di Jogja memang luar biasa. Ini yang menyebabkan harga properti seperti rumah/kos-kosan naik terus harganya.

Karena kenaikan harga properti tersebutlah, orang-orang yang memiliki dana lebih memiliki pilihan untuk menginvestasikan uangnya dengan cara membeli rumah yang sudah pasti ada penyewanya, yaitu anak sendiri, daripada uang sewa diserahkan kepada orang lain.

Properti di Jogja, di lokasi yang umum, bisa tumbuh 15-20% harganya pertahun. Kenaikannya mirip bunga-berbunga. Dengan hukum 72 dalam perhitungan bunga-berbunga maka kenaikan 72% kira-kira akan diperoleh dalam 4 tahun, dengan asumsi kenaikan 18% pertahun. Itu artinya, dalam 4 tahun, rumah atau properti tersebut akan menjadi 2x lipat harganya.

Misal Ibu Lidya membeli rumah seharga 250 juta, 4 tahun kemudian ketika putra/putri Ibu lulus, maka rumah ibu sudah seharga 500 juta. Tentu jika Ibu tepat memilih lokasi yang tumbuh 18% pertahun.
Dengan asumsi tersebut maka rumah Ibu akan memberi keuntungan 250 juta mulai dari ketika putra/putri Ibu kuliah hingga akhirnya lulus kuliah 4 tahun kemudian.

Bayangkan, keuntungannya mungkin lebih tinggi daripada biaya kuliah di jurusan tertentu. Ambil contoh, jurusan ekonomi di perguruan tinggi bisa menghabiskan 50-75 juta sampai lulus. Biaya hidup yang dikeluarkan, dengan asumsi 2 juta/bulan, sama dengan 24 juta pertahun, alias 96-100 juta dalam 4 tahun.

Maka, bisa jadi, selama 4 tahun, biaya hidup hanya 150-175 juta, sementara rumah yang dibeli memberi keuntungan 250 juta. Jadi mengombinasikan antara biaya pendidikan anak dengan investasi properti bisa jadi membuat biaya kuliah jadi gratis, atau malah memberi keuntungan, bukan?

Namun demikian, saya tetap menyarankan Ibu Lidya berhati-hati dalam memilih properti agar keuntungannya bisa optimal seperti yang diharapkan, yakni minimal 15-20% pertahun. Berikut beberapa tips untuk Ibu:

1. Pilihlah rumah/properti di kawasan berkembang.
2. Saya lebih menyarankan ibu membeli perumahan karena pertumbuhan harga rumah yang ada di perumahan lebih baik daripada yang di luar perumahan.
3. Pilihlah yang dekat dengan fasilitas umum seperti kampus, pasar, rumah sakit, supermarket, sekolah, apotek dll.
4. Berusahalah membeli properti di bawah harga pasar terutama jika properti secondary. Atau jika properti primary, beli yang harganya belum terlalu tinggi, sehingga kenaikannya masih signifikan.