Kerumunan 423,8 Miliar

Kerumunan 423,8 Miliar

by 20 February 2015

Predikat kota pelajar, secara ekonomi, mengubah wajah Jogja. Menurut data Bank Indonesia Cabang Yogyakarta yang dirilis September 2012, pengeluaran per bulan mahasiswa Jogja mencapai Rp 423,8 miliar. Perinciannya, Rp 150 miliar dibelanjakan untuk makan dan minum, Rp 273,8 miliar sisanya merupakan pengeluaran lain-lain. Angka ini sangat besar ketika dibandingkan dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) DIY tahun 2012 yang hanya menyentuh angka Rp 800,156 miliar.

Dari kacamata kreatif, angka di atas adalah peluang bisnis. Dan Jogja adalah gudang insan kreatif. Pasar ini sangat dinamis, membentuk kerumunan-kerumunan yang unik. Sebagai contoh: ikatan hobby, fashion, selera makanan, gadget, genre musik, game , sport, dan lain-lain.  Hanya mereka yang jeli dan pembelajar yang mampu beradaptasi dan bisa sustainable dengan segmen ini.

Lantas, apa kunci sukses mereka? Wirausahawan UKM umumnya memiliki semangat belajar dan berani mencoba hal baru. Kondisi semangat ketika start up usaha harus tetap dipelihara. Dalam mendulang segmen kerumunan ini, tidak boleh terlena dengan dengan keberhasilan awal. Keberhasilan awal model bisnis tersebut, di kemudian hari barangkali harus disesuaikan dengan tuntutan dan perubahan perilaku pelanggan. Diperlukan kejelian kreativitas dan inovasi. Sebab,  tujuan utama bisnis adalah menciptakan pelanggan dan mempertahankannya.

Bagi pelaku wirausaha UKM , cara yang paling simple dalam membaca perubahan pelanggan adalah dengan cara mendengarkan: memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Setiap keinginan, kebutuhan, dan keluhan pelanggan adalah sumber data dan informasi yang berharga bagi kelangsungan usaha Anda. Utamanya adalah sebagai landasan untuk berinovasi dan menciptakan nilai yang akan ditawarkan kepada pelanggan kita.

Jangan sampai usaha yang dijalankan layu dan tidak berkembang. Mereka yang mampu tumbuh dan berkesinambungan adalah mereka yang mampu memahami pelanggan dan mampu memuaskan selera, kebutuhan, dan keinginannya. Bagaimanakah dengan usaha Anda? Sudahkah rumusan nilai yang ditawarkan sesuai dengan selera, kebutuhan, dan keinginan pelanggan Anda?

 Agung Wijanarko, SSos, MM

Dosen @STIEBBANK