Usaha Fotocopy

Usaha Fotocopy

by 14 February 2015

Pak Putu yang Hebat,
Saya ibu rumah tangga. Mau buka usaha fotokopi dan penjilidan. Kira-kira berapa modalnya dan hal-hal apa yang perlu diperhatikan? Terima kasih. Ibu Reni

Selamat PAGI Ibu Reni yang mengHEBAT,

Usaha fotokopi dan penjilidan bukan usaha yang sedang naik daun sekarang. Itulah sebabnya, sekarang usaha fotokopi tidak sebanyak 10-15 tahun yang lalu di Jogja. Bisnis ini sudah banyak digantikan oleh keberadaan printer yang semakin murah dan pengerjaan tugas dengan laptop, email, upload ke website, dll.

Saya sendiri membuka usaha fotokopi di tahun 1999, dan merasakan bahwa ternyata bisnis ini tidak simple, tidak sesederhana yang saya pikirkan sebelum membuka usaha tersebut.
Katakanlah urusan-urusan kecil, seperti kertas macet, tinta habis, drum gores, mesin mati, dll. Sebagian dari masalah-masalah kecil itu tidak saya kuasai, padahal bisa menyebabkan usaha tidak jalan, konsumen marah dan kecewa karena kita telat dll.

Namun jika ibu dan suami memiliki keahlian teknis seperti itu, saya kira bisnis ini jangan dilupakan begitu saja. Jikalau ibu sudah yakin dan mantap untuk membuka usaha ini, maka saran saya hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

1. Lokasi usaha: strategis atau tidaknya lokasi sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup usaha ibu. Lokasi dekat kampus tentu lebih menarik karena merekalah pasar terbesar usaha ini. Terlalu banyak kompetitor di lokasi tersebut juga bisa berkaitan erat dengan kelangsungan usaha ibu kelak. Lokasi juga menentukan berapa biaya sewa per tahun serta per bulan yang harus ibu keluarkan setiap bulannya.

2. Tim: siapa yang akan menjalankan usaha ibu? Siapa yang akan menjadi tim marketing? Siapa tim yang akan mengawasi keuangan? Siapa yang akan berada di sisi produksi dan melayani konsumen nantinya? Bisa jadi itu dikerjakan oleh ibu dan suami saja, namun pembagian tugas harus jelas. Dari sini rancanglah biaya yang muncul, biaya gaji pegawai, rancanglah berapa biaya gaji pegawai satu tahunnya. Saya menyarankan, ibu menyiapkan cadangan dana untuk operasional selama 6-12 bulan agar ibu bisa tenang dalam menjalankan usaha nantinya.

3. Peralatan dan mesin, mesin fotokopi seperti apa yang akan ibu pakai? Mesin baru? Mesin second? Berapa unit? Berapa masing-masing harganya? Mengapa anda memilihnya? Apakah dia lebih unggul dari kompetitor terdekat?

4. Strategi: bagaimana strategi anda memenangi pasar? Apa visi bisnis anda? Apa keunggulan anda bisnis anda dibandingkan kompetitor? Bagaimana strategi anda bertahan di masa sulit?

Ibu Reni yang mengHEBAT, ada banyak hal yang perlu disiapkan ketika hendak memulai usaha, setidaknya garis besarnya sudah saya sampaikan. Jangan menunggu sempurna untuk memulai. Mulailah untuk menyempurnakannya dengan tetap mengukur risiko terbesar yang mungkin muncul, ibu masih sanggup menanggungnya.

Selamat memulai dan mengHEBAT bu…