CAFÉ PEMILU

CAFÉ PEMILU

by 10 February 2015

Pergeseran budaya sedang jadi bahan perhatian pengusaha belakangan ini. Dengan memperhatikan pergeseran budaya, pengusaha-pengusaha tersebut menemukan banyak sekali peluang bisnis baru.

 Tahun 2014 kita akan melaksanakan pemilu lagi, baik pemilu legislative maupun pemilu presiden. Kita bisa menghitung berapa banyak calon anggota legislatif yang nanti akan bertarung memperebutkan kursi dewan tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dari 10 partai yang sudah lolos verifikasi. Apa relevansinya dengan dunia bisnis?

 Budaya berpolitik masa kini telah mengalami pergeseran. Siapa pun yang sudah berani menjadi calon legislatif berarti harus siap membelanjakan uangnya dalam jumlah yang tidak sedikit. Meskipun pemilu masih satu tahun lebih, tapi dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama aktivitas politik dari para calon legislatif sudah akan mulai.

 Peluang bisnis siklus lima-tahunan akan datang kembali, seperti penyediaan atribut partai dan atribut para calon. Hal ini bisa berupa kaos, bendera, stiker, dan sebagainya. Jangan sampai kejadian pada pemilu 2009 terulang lagi, yaitu karena ketidaksiapan pengusaha kita maka beberapa partai sampai harus pesan kaos dan bendera ke negeri Cina.  Juga peluang pembuatan dan pemasangan iklan, baik outdoor seperti spanduk, baliho, poster dan sebagainya, maupun di media cetak dan elektronik.

 Salah satu peluang yang belum banyak disadari adalah penyediaan tempat untuk para calon legislatif bisa bertemu dan berdiskusi dengan tim suksesnya atau mengundang orang-orang tertentu. Tentu saja tempat ini harus menyediakan makanan dan minuman. Kegiatan seperti ini biasanya dilakukan malam hari dan sampai larut malam, bahkan tidak jarang sampai menjelang subuh. Maka sebut saja tempat ini dengan Café Pemilu. Menurut pengamatan penulis, dalam hiruk-pikuk pemilu tahun 2009 yang lalu, café seperti yang penulis maksudkan belum banyak tersedia. Di kota Jogja waktu itu hanya ada 2 cafe yang buka sampai larut malam sehingga para caleg kebingungan mencari tempat untuk meeting. Rata-rata café tutup jam 9 atau 10 malam.

 Jadi Café Pemilu ini mensyaratkan buka sampai larut malam atau bahkan menjelang dini hari. Omsetnya pun kan sepadan karena dalam sekali meeting satu orang bisa pesan makanan dan minuman dua atau tiga kali. Makanan dan minuman yang disediakan juga tidak perlu aneh-aneh. Mulai dari snack seperti pisang goreng, roti bakar, risoles, frenchfries dan semacamnya. Serta makanan berat yang mudah penyiapannya, misal nasi goreng. Dan minuman seperti teh, aneka jenis kopi, jahe, dan lain-lainnya yang mudah pembuatannya. Dengan demikian café ini bisa ditangani sepenuhnya oleh karyawan laki-laki. Selain mahasiswa STIEBBANK yang saat ini sedang menyiapkan beberapa lokasi untuk mendirikan Angkringan Geal-Geol, hayo siapa akan memulai?

Ananta Heri Pramono, SE, MM

Dosen @STIEBBANK