Gaji VS Bonus

Gaji VS Bonus

by 1 February 2015

Mana yang lebih baik: menaikkan gaji secara berkala atau memberi bonus setiap kali perusahaan mendapat bonus? Mana yang lebih membuat karyawan loyal? – Widar Wegig

Pak Widar yang Hebat,

Gaji adalah salah satu yang memotivasi karyawan untuk bekerja dengan giat. Menurut Maslow, gaji akan digunakan untuk membeli kebutuhan fisik mereka dan memberi rasa aman karena telah memiliki cadangan penghasilan setiap bulannya (Itulah alasan sebagian besar orang menjadi karyawan, bukan menjadi wirausaha). Selanjutnya, melalui gaji, mereka memenuhi kebutuhan sosial mereka seperti arisan, iuran kampung, menghadiri pernikahan teman, sumbangan kematian, dll.

Apa yang saya sebutkan tadi telah memenuhi 3 dari 5 komponen teori motivasi Maslow yang kita kenal selama ini di mana yang ke-4 dan ke-5 adalah penghargaan dan pengakuan.

Dalam piramida kebutuhan manusia, yang menurut Maslow dimulai dari kebutuhan fisik (makan, minum, tidur, seks), sebagai kebutuhan paling mendasar. Kebutuhan kedua yang ada di atas kebutuhan fisik adalah kebutuhan akan rasa aman (security) yang bisa diwujudkan dengan memberikan rasa aman di lingkungan kerja, sekaligus memberi jaminan bahwa gaji akan dibayarkan. Tanpa jaminan bahwa gaji akan dibayarkan setiap bulan, karyawan akan merasa seperti berbisnis saja, penuh risiko setiap bulannya.

Nah tugas kita sebagai pengusaha adalah memberi rasa aman tersebut. Selain aman pasti diberikan, juga perlu dipastikan bahwa jumlahnya mencukupi untuk kebutuhan mereka dan keluarga. Nah dalam hal kebutuhan untuk mencukupi inilah kita perlu “menaikkan gaji” untuk memastikan bahwa gajinya tidak kalah dengan kenaikan harga-harga di pasar ketika uang mereka akan digunakan untuk membeli kebutuhan mereka. Inflasi adalah pedoman umum minimal kenaikan gaji yang perlu diusahakan oleh perusahaan.

Lalu bagaimana dengan bonus? Bonus adalah bagian dari penghargaan, masuk dalam kebutuhan ke-4. Bonus sangat perlu diberikan untuk meningkatkan motivasi karyawan.

Gaji meng-cover kebutuhan no. 1-3, bonus meng-cover kebutuhan manusia no. 4. Maslow mengatakan, orang cenderung akan memenuhi kebutuhan dari bawah piramida terlebih dahulu secara berurutan. Maka jelas, no. 1-3 perlu didahulukan sebelum memberi yang no. 4 untuk menjawab pertanyaan Pak Widar mana yang terlebih dahulu diberikan? Kenaikan gaji berkala atau bonus? Dahulukan kenaikan gaji berkala atau berikan dua-duanya tentu akan lebih baik.

Berbeda dengan kondisi bisnis di masa lalu, masa kini, di era globalisasi yang juga menyentuh kehidupan bisnis, hampir setiap orang bermimpi untuk menjadi wirausaha alias entrepreneur.

Penghargaan dan pengakuan atas pencapaian seseorang yang sukses sebagai entrepreneur atau pengusaha sangatlah baik sehingga saya menyarankan anda untuk memberikan saham sebagai salah satu bonus yang akan sangat menarik untuk kunci karyawan anda. Ini akan menghindari terlalu banyaknya karyawan keluar masuk, terutama karyawan kunci yang gigih dan memberi kontribusi untuk perusahaan anda.

Pendidikan dan pelatihan, kesempatan menjadi konsultan, trainer, dan penulis jika mereka memiliki kemampuan, juga meningkatkan loyalitas mereka karena melalui kemampuan itu mereka bisa menghasilkan pendapatan lebih. Melalui kemampuan tersebut juga, bisnis, perusahaan atau institusi anda, mestinya diselaraskan untuk maju dan bertumbuh seiring pertumbuhan setiap pribadi dalam institusi anda. Jadi, penghargaan dan pengakuan seperti yang baru saja saya uraikan akan membuat seseorang seumur hidup berada dalam perusahaan anda yang akan memberi rasa aman juga kepada karyawan lainnya karena stabilnya organisasi anda untuk bersaing dan menang dalam kancah persaingan yang semakin menghebat.