Proaktif , Solusi Keluar Dari Masalah

Proaktif , Solusi Keluar Dari Masalah

by 31 January 2015

Pak Putu yang Hebat,
Saya ada problem. Sebelum saya terjun jadi wirausaha, orangtua saya sudah meninggal akibat tsunami. Mau bekerja dengan orang lain selalu bersitegang. Mau usaha sendiri modal dibawa kabur saudara. Sekarang mau usaha budi daya jahe bingung pemasarannya. Pendapat bapak bagaimana? Terima kasih. – Ryan

Ada satu prinsip dasar yang sulit diterima oleh orang-orang yang gagal dalam hidupnya tetapi menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi orang-orang sukses. Apakah mas Ryan mau tahu?

Prinsip dasar itu adalah prinsip proaktivitas, yaitu prinsip bahwa “sayalah yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan hidup saya”. Prinsip sederhana ini mengantarkan orang-orang sukses melakukan renungan ke dalam karena mereka percaya apa yang terjadi di dalam itulah yang akan terjadi di luar.

Itu juga artinya, apa yang terjadi di luar adalah proyeksi atas apa yang terjadi di dalam batin, hati, pikiran, dan perasaan seseorang. Kalau galau di dalam batin maka semua yang ada di luar akan tampak galau, membuat galau, membikin lebih galau, dan seterusnya. Ketika hati diliputi amarah maka apa yang terjadi di luar tampak wajar dan layak membuat marah. Padahal, bagi orang-orang sukses, amarah adalah salah satu kejadian yang bisa membakar kebahagiaan seseorang.

Orang-orang proaktif mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi di luar dirinya sebagai hukum aksi-reaksi. Kejadian di luar hanyalah reaksi atas kejadian sesungguhnya yang terjadi di dalam batin, hati, pikiran, dan perasaan kita. Jadi, tidak ada orang lain yang perlu disalahkan atas apa yang terjadi.

Kontemplasi ini bisa dilakukan dalam duduk hening, meditasi, zikir, sholat di malam hari, tafakur, atau apa pun nama kegiatannya, yang penting adalah dialog bathin dalam ketenangan dan suasana yang hening.

Lalu bagaimana dengan bisnis? Penelitian membuktikan, 80% masalah bisnis ada pada orang-orangnya. Orang-orang berarti ada pada pemiliknya, pemimpin bisnisnya, tim maupun orang di sekitar bisnis tersebut. Tapi yang terpenting, masalah ada pada orang-orang di dalam bisnis tersebut. Ketika kita sudah mengetahui masalah inti ada pada orang maka kalau kita kerucutkan lagi, 80% dari masalah yang ada pada orang-orang tersebut ada pada pemilik dan pemimpin bisnis tersebut. Mengetahui hal tersebut, saya berkonsentrasi pada pembelajaran pribadi dan tim saya agar tidak lagi sibuk menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah dalam bisnis saya, tidak perlu bersitegang dengan orang lain karena 80% yang perlu diperbaiki dalam bisnis, ketika terjadi masalah, adalah saya sebagai pemilik dan pemimpin bisnis.

Itu prinsip dan paradigma saya terhadap bisnis dan orang lain yang diinspirasi oleh Steven Covey dalam “7 kebiasaan manusia yang paling efektif”. Nah, bagaimana dengan anda?

Semoga juga memetik manfaat dari paradigma dan perspektif ini…