Tidak Ketemu Nasi

Tidak Ketemu Nasi

by 27 March 2014

Tahun 2000, saya pernah merasakan kelaparan di Korea. Itu adalah kali pertama saya pergi ke luar negeri. Kesulitan menemukan nasi adalah masalah yang paling utama.

Saat pergi ke luar negeri lagi, kekhawatiran paling utama adalah tidak ketemu nasi. Selain itu, tidak ketemu sambal juga perlu diwaspadai.

Ketika perjalanan ke India beberapa tahun lalu, ibu dan istri saya sudah menyiapkan beberapa bahan makanan – sambal, mie instan, dan beras – untuk bisa dimasak di sana. Beberapa makanan khas Bali, saur (serundeng) dan krutuk (kacang goreng) pun ikut kami bawa. Setidaknya saya masih masih bisa merasakan nikmatnya makanan di rumah, walaupun berada di negeri orang.

Perjalanan saya ke Amerika kali ini saya tidak sempat menyiapkan banyak hal. Hampir segala sesuatunya disiapkan oleh bu Aritya, sekretaris saya, dan pak Hazmar, suaminya.

Tak apa. Saya menemukan nasi di restoran Thailand. Romo Nugroho adalah teman baru saya dari Indonesia. Kami bertemu karena mengikuti kelas yang sama di Orlando ini. Kami selalu patungan kalau makan. Bukan karena tak mampu bayar, tapi karena porsi di Amerika memang gede-gede. Kami sepakat untuk tidak makan malam lagi karena makan siangnya cukup untuk makan besok paginya lagi hehe.

Mentor saya, pak @Hnikolay, sudah mewanti-wanti kalau makanan orang Amerika porsinya besar, manisnya juga kelewatan. Itulah kenapa orang Amerika banyak yang overweight dan menderita diabetes.

Jadi, apakah Anda percaya bisa HIDUP TANPA NASI ???

SAYA BISA, karena telah memuktikannya.

Ini adalah salah satu BELIEF BARU SAYA…

BELIEF adalah salah satu yang mengantarkan Anda untuk sukses dalam suatu hal.

ORANG SUKSES KARENA DIA PERCAYA DIA MAMPU UNTUK SUKSES.

ORANG GAGAL, SUKSES GAGALNYA, karena dia percaya dia lebih percaya diri bahwa dia GAGAL ketimbang sukses.

Di NLP, salah satu tools terpenting yang akan Anda dapatkan adalah Change Belief, mengubah kepercayaan Anda. BELIEF akan mengantarkan Anda pada kegagalan ataupun kesuksesan. Anda pilih mana?

Selamat ber-NLP ria.