Mengelola Keuangan Bulanan

Mengelola Keuangan Bulanan

by 9 February 2014

Baru-baru ini terdengar santer berita tentang demo buruh. Mereka meminta kenaikan upah menjadi 3,7 juta. Gaji sebelumnya, mereka menerima 2,2 juta sebulan. Jika lembur, mereka bisa menerima hingga 4 juta. Angka yang cukup besar.

Dari berita yang dilansir okezone , di antara para buruh yang berdemo, ada yang menggunakan motor berharga puluhan juta rupiah. “Saya kan dari daerah, jadi tiap bulan harus kirim ke orangtua, belum lagi bayar kos. Upah harus naik, saya butuh uang untuk kebutuhan lainnya, kayak cicilan motor,” katanya sambil memegang motor gede miliknya, Kawasaki Ninja 250 yang berharga mahal itu.

Ada pepatah “besar pasak daipada tiang.” Artinya, pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Punya uang 1000 cukup, punya uang 4000 kurang. Punya uang 300.000 pun akan tetap kurang. Semua bergantung pada cara kita mengalokasikan uang. Pintar-pintarlah mengalokasikan uang agar di akhir bulan tak ada keluhan kehabisan uang. Gaji berapa pun tak akan pernah cukup.

Dulu saya sangat boros. Hampir selalu di akhir bulan ada keluhan tidak punya uang. Bukan karena gaji yang kurang banyak, tapi karena pengeluaran saya tidak terkontrol. Tapi jangan salah, saya tidak menolak kalau gaji saya dinaikkan hehe.

Hitung Pengeluaran dengan Excel

Unduh template Microsoft Excel untuk pengelola pengeluaran bulanan. Hampir di setiap komputer kita terdapat Microsoft Excel. Semua mengenalnya.

Dengan fasilitas yang diberikan Excel, kita bisa menghitung pengeluaran berdasarkan pemasukkan yang diterima. Fasilitas ini sudah cukup memudahkan kita. Plus atau minus itu tergantung kita mengaturnya. Akan lebih bijak jika mengatur keuangan berdasarkan skala prioritas. Semua rencana pengeluaran sudah terukur dan tertulis.

Metode Amplop

Setelah dihitung dan ditulis, ada satu manajer keuangan yang cukup andal, namanya amplop. Harganya murah, tapi sangat berguna.

Sisihkan uang sesuai dengan kebutuhan pengeluaran yang telah tertulis. Masukkan masing-masing uang ke dalam sebuah amplop. Satu amplop dipakai menyimpan uang untuk satu kebutuhan pengeluaran. Beri tulisan sesuai dengan kebutuhan pengeluaran pada setiap amplopnya. Simpan rapat-rapat dan ambil saat akan digunakan.

Dengan begitu, uang sudah diamankan. Uang yang sudah disisihkan tak mungkin lari. Semua kebutuhan yang dijadikan prioritas sudah terjamin. Yang perlu diingat, kita harus yakin bahwa uang yang sudah dimasukkan dalam amplop hanya akan digunakan untuk keperluan yang sudah tertulis.