Melewati Fase Awal Bisnis

Melewati Fase Awal Bisnis

by 10 February 2014

Membuat bisnis itu gampang. Yang sulit adalah melewati fase awal. Banyak gejolak muncul, banyak hambatan yang mungkin menghadang. Memang seperti itu. Berbisnis selalu ada hambatan. Jika tak mampu mengatasi hambatan itu, risikonya adalah bisnis itu akan hancur.

Fase awal bisnis adalah saat yang paling menentukan. Jika memang belum sempurna, tak apa. Semua harus butuh proses. Berapa lama harus menjalani bisnis yang penuh hambatan? Banyak yang bilang kalau 5 tahun pertama adalah fase yang harus dilewati dengan penuh strategi, semangat, dan perjuangan.

Berikit adalah tips memulai bisnis di fase awal (startup) seperti dilansir The Marketeers.

1. Memulai dengan Ide

Ide adalah yang paling mahal. Thomas Alva Edison menciptakan bola lampu juga berasal dari ide. Dari ide diterjemahkan dalam bentuk barang/jasa. Itulah yang dijual. Ide cemerlang akan mampu menarik investor dan pembeli. Bila ide yang ditawarkan kurang bisa diterima pasar, modifikasi adalah jalan terbaik. Bila perlu,

2. Temukan orang-orang hebat

Fase awal sebaiknya Anda bekerja bersama dengan orang-orang yang berkompeten di bidangnya dan bisa diajak bekerja sama. Di fase awal, super team lebih dibutuhkan daripada super man. Orang-orang hebat yang menjadi super team itu akan berlari cepat dan bersemangat mengangkat bisnis Anda. Kesuksesan bisnis tergantung dari siapa dan bagaimana tim bekerja.

3. Tidak harus memiliki gelar

Sebuah gelar sarjana mungkin bisa menunjukkan ukuran kemampuan seseorang. Gelar sarjana belum tentu menjadi tolok ukur kesuksesan. Namun, apakah orang yang belum menempuh pendidikan tinggi dan bergelar sarjana adalah orang yang tak punya kemampuan dan tak bisa sukses? Tidak juga.

Bill Gates, sang pemilik Microsoft, merasakan kesuksesan sebelum ia menjadi sarjana. Ia pernah bercerita, di masa kuliah, seorang temannya sangat rajin belajar dan selalu dapat nilai baik. Gates tak pernah bisa mengalahkannya. Namun, kini teman yang pintar itu menjadi karyawan Gates.

4. Jangan terlalu terikat

Di fase awal hampir dipastikan selalu ada ketidakteraturan, atau bahkan kekisruhan. Semua karena sistem belum berjalan dengan baik. Mau tak mau ketidaknyamanan pasti akan terasa. Banyak pergerakan cepat, banyak perubahan drastis. Ada karyawan yang bisa menyesuaikan diri, ada pula yang tidak bisa menyesuaikan diri. Keterikatan akan membuat suasana makin tak nyaman. Oleh karena itu, keputusan dan rancangan sistem yang tepat sangat dibutuhkan setiap saat.

5. Selalu transparan

Bagi bisnis pemula, transparansi merupakan hal yang krusial. Manajemen harus menyadari bahwa resiko ketidakpastian yang ditanggung karyawan dengan bekerja pada perusahaan pemula juga tinggi seperti halnya resiko perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, transparansi akan menjadikan komunikasi manajemen dengan karyawan lebih mudah. Dengan transparansi, komitmen dan loyalitas karyawan juga dapat ditingkatkan.