Tidak Selamanya Bisnis Itu Kejam

Tidak Selamanya Bisnis Itu Kejam

by 26 May 2014

Masih ingat beberapa tahun lalu, Mandala Air terpaksa memutuskan untuk menutup semua penerbangannya karena pailit? Hanya selang beberapa bulan, lalu Mandala kembali mengangkasa dengan titel baru “Tiger Mandala”. Titel ini menandai, sebuah aliansi baru, antara Tiger Air Ways dan Mandala Air, Bekerja sama mengangkasa di atas bumi pertiwi.

Kisah lain sebuah aliansi yang berhasil adalah belasan tahun lalu, ketika Daihatsu dengan market share yang kecil di Indonesia, menggandeng Toyota pemilik market share terbesar, di pasar yang sama. Hasilnya, lahirlah dua bayi kembar dengan nama berbeda, bernama Xenia dan Avansa. Dua barang yang sama diberi brand dan harga yang berbeda, Semua sama-sama laku keras.

Brand Daihatsu terangkat, Toyota mendapat margin yang besar karena barang dengan harga Daihatsu, dijual seharga brand Toyota. Aliansi dua brand dan pabrikan otomotif ini sekali lagi memberi contoh, bahwa pemeo lama yang mengatakan “Bisnis itu Kejam” tidak selamanya benar.

Satu dari sekian banyak strategi memenangkan persaingan bisnis adalah dengan melakukan aliansi. Aliansi dengan brand besar dari luar negeri, atau dengan brand lokal yang memiliki keunggulan adalah salah satu strategi bijaksana, untuk memenangkan persaingan sekaligus memenangkan hati nurani dan mengamalkan kebajikan.

STIEBBANK , sebuah kampus yang tidak begitu terkenal di Jogja beberapa tahun lalu, kini mulai berkibar namanya di dunia maya, melalui Twitter, Facebook, Website dan Online media lainnya setelah beraliansi dengan Hebat Group. Ini mungkin bisa menjadi contoh aliansi kecil-kecilan, yang mudah-mudahan kelak akan berbuah manis, menghasilkan perguruan tinggi yang kokoh dan menghasilkan pengusaha-pengusaha handal di negeri ini, sekaligus sarjana-sarjana inovatif dan kreatif berjiwa entrepreneur yang tangguh dan trengginas.

Masih banyak contoh-contoh yang bisa kita ambil, untuk membantah pemeo bahwa “Bisnis itu Kejam”. Belasan tahun lalu, HP dan Compaq bersinergi dan mereka berhasil menghindari kebangkrutan. Di dunia IT, baru-baru saja, Blackberry merelakan teknologinya digunakan oleh Android, dan ternyata strategi aliansi ini, justru membuat Blackberry bisa memperpanjang napasnya.

Mantan raja handphone, Nokia, akhirnya juga harus rela beraliansi dengan Si Raja Software, Microsoft, kecuali ingin gulung tikar, karena tidak mampu lagi menanggung kerugian yang bertubi-tubi.

Kemana Mobile-8 yang dulu mengenalkan Fren yang iklannya heboh itu? Iya, mereka sudah beraliansi dengan Smart Telecom dan menghasilkan Smart Fren. Bank Mandiri, bank terbesar negeri ini, adalah hasil kawin paksa, beberapa bank plat merah, yang harus dimerger karena jika hal tersebut tidak dilakukan, maka dipastikan semua bank tersebut akan tiarap dan binasa oleh kondisi krisis moneter yang begitu kejam ketika itu.

Nah begitu banyak contoh yang berhasil, Sebuah bisnis memenangkan persaingan dengan beraliansi, bagaimana dengan bisnis anda? Sudah ada ide untuk beraliansi dengan siapa? Selamat mencoba. Salam hebat!!! ***

*) Profesional Property Broker & Developer
Trainer, Coach & Book Author
Peraih MURI 2010 Pendiri Perguruan Tinggi Termuda Usia 26 Tahun,
CEO STIEBBANK
Twitter: @PutuPutrayasa