Pengamen Mengerti Pelanggan

Pengamen Mengerti Pelanggan

by 11 September 2020

Anda pernah melihat pengamen di perempatan jalan? Bagaimana biasanya mereka berpenampilan? Berpakaian seadanya, bernyanyi, dan memainkan gitar atau kincringan terbuat dari beberapa tutup botol bekas yang dipipihkan dan dipaku menjadi satu dalam potongan kayu kecil di tangan?

Itu biasa! Di daerah Badran, ada pengamen yang beda. Memainkan alat musik dengan dentuman bass dari dua buah drum bekas oli berwarna merah, yang di atasnya ditutup dengan karet dan dipukul oleh satu orang berbadan gemuk menggunakan dua buah kayu pemukul, sementara di sebelahnya ada tiga orang yang secara kompak memainkan angklung terbuat dari bambu, suling, dan alat musik pukul terbuat dari lempengan logam, penampilan mereka sangat menarik perhatian. Semuanya berpakaian seragam rapi. Baju kaos, celana hitam, dibalut kain batik di pinggang menunjukkan ciri khas Jogja, serta kacamata hitam, dan sepatu olah raga. Lagu yang dinyanyikan juga lagu-lagu easy listening, lagu-lagu yang mudah dimengerti oleh semua orang.

     Setiap lampu pengatur lalulintas menyala merah dan setiap kendaraan berhenti, salah satu dari kelompok pemusik tersebut sambil tersenyum ramah, berjalan mendekati setiap pengendara, menyodorkan toples plastik transparan besar, berisi uang kertas dan logam hasil pemberian pengendara yang berhenti di perempatan tersebut sebelumnya. Pengendara senang, lalu sukarela memberikan uang sebagai ucapan terima kasih.

     Menurut Kotler, kepuasan pelanggan adalah nilai yang dirasakan oleh pelanggan setelah membandingkan antara harapan dengan kenyataan dari sebuah produk atau pelayanan. Apabila harapan pelanggan lebih rendah dari kenyataan yang diterima maka pelanggan akan puas.

     Setiap pengendara yang menunggu di perempatan jalan tersebut diberikan sebuah hiburan yang berbeda dari harapan mereka sebelumnya. Kenyataannya lebih baik dan ada nilai tambah yang belum pernah diterima sebelumnya, sehingga dengan sukarela hampir semua pengendara memberikan imbalan sejumlah uang sebagai bentuk penghargaan terhadap ide dan kreativitas kelompok pemusik dalam usaha mendapatkan penghasilan. Kepuasan pelanggan mereka terapkan dengan memberikan manfaat terlebih dahulu kepada orang lain. Bukankah orang tidak hanya membeli produk atau jasa, tetapi membeli sebuah manfaat? Selamat berkarya dan bermanfaat untuk orang lain.