Saya Ingin Menjadi Superman, Bagaimana Dengan Anda?

Saya Ingin Menjadi Superman, Bagaimana Dengan Anda?

by 20 February 2020

Tahukah Anda siapa itu Superman? Saya yakin hampir semuanya tahu dan mengerti tentang sosok superhero dengan kemampuan super ini yang suka membantu sesama.  Di mata anak kecil, tokoh-tokoh seperti Superman, Batman, Spiderman tampak begitu luar biasa, bahkan saya sendiri dulu waktu masih kecil juga sempat berangan-angan dan membayangkan betapa hebatnya jika punya kemampuan seperti mereka.

Berbekal kemampuan hebat, tentunya saya akan bisa berbuat banyak lagi, dapat membantu sesama, dan tak perlu takut berada di dunia yang semakin menakutkan. Lalu, saya bertanya dalam hati, bagaimana caranya dan apakah mungkin saya menjadi Superman?

Terkait dengan sosok Superman, ada kisah yang cukup menyentil dari sebuah film Korea produksi awal tahun 2000-an berjudul A Man Who Was A Superman.  Film ini bercerita tentang seorang produser wanita, Song Soo-jung. Ia sering terlibat dalam pembuatan film yang menampilkan tentang kisah hidup manusia. Rupanya, ia sangat berambisi menjadi Oprah Winfreynya Korea.

Suatu ketika dia tengah menjalani masa sulit dalam karirnya sampai-sampai sebulan ia tak mendapat gaji. Akhirnya, dia meninggalkan kantor dengan membawa kamera video perusahaan. Dia ingin membuat sebuah cerita yang menarik untuk ditayangkan.

Saat dia tengah duduk di sebuah stasiun, ada penjambret yang mengambil tasnya. Tak gentar dengan penjahat tersebut, ia berusaha mengejar penjambret. Saking nekadnya, sang produser sampai-sampai, hampir saja terjadi kecelakaan yang bisa hampir merenggut nyawanya. Untung saja, muncul seorang misterius yang menyelamatkannya dan membantu mengejar penjambret yang mengambil tasnya.

Orang aneh, mungkin tepat untuk menyebut sosok lelaki yang menolongnya. Lelaki itu menyebut dirinya Superman. Katanya, ia adalah manusia terlahir dari planet Kripton dan dulunya tinggal di kutub. Ia kehilangan kekuatanya karena ada batu dari kripton yang ditaruh di kepalanya. Jika batu itu hilang, ia akan bisa terbang lagi dan mendapatkan kekuatan supernya.

Merasa tertarik, sang produser mengambil gambar setiap aktivitas yang dilakukan lelaki Superman tersebut. Lelaki itu memang banyak membantu orang, bahkan hewan di sekitarnya. Satu lagi yang menarik, ia selalu tersenyum dan bahagia dengan apa yang dilakukannya. Lama kelamaan, si produser merasa ada sesuatu yang janggal. Hingga akhirnya, dia menemukan sebuah dokumen yang menyatakan lelaki tersebut menderita gangguan jiwa.

Rupanya, ada sebab kenapa lelaki itu begitu terobsesi ingin menjadi Superman. Ada dua peristiwa tragis yang ia alami. Pertama, kematian ayahnya saat ia masih kecil. Kedua, anak dan istrinya mengalami suatu kecelakaan. Dalam kedua peristiwa tersebut, ia tak kuasa menolong mereka dan orang-orang hanya menonton dan tak ada yang membantu. Lelaki tersebut akhirnya menyadari dirinya bukanlah Superman.

Ternyata suatu hari ada sebuah peristiwa kebakaran sebuah gedung. Ada seorang terjepit dan beberapa terjebak dalam sebuah gedung. Lelaki  itupun berkata pada produser mungkin ini adalah misi terakhirnya sambil memberikan sebuah dompet.

Si produser berusaha mencegah aksi nekadnya, tapi ia tetap bersikeras. Dengan penuh kenekadan, lelaki itu menerobos api yang masih menyala dan menyelamatkan beberapa nyawa. Rupanya, masih ada satu lagi, seorang gadis kecil yang terjebak di lantai atas. Tanpa berpikir panjang  ia berlari dan masuk dalam gedung yang terbakar. Akhirnya, ia menemukan si gadis kecil.

Api makin membesar dan lelaki itu kesulitan untuk keluar. Meski sadar dirinya bukanlah Superman, ia meyakinkan dirinya ia bisa terbang seperti layaknya Superman. Ia pun melompat dari gedung tersebut. Si anak selamat, tapi si “Superman” terbang selama-lamanya. Hari itu, ia benar-benar menjadi Superman. Ia tewas sambil tersenyum karena ia telah menjadi Superman.

Si produser sedih melihat kejadian tersebut. Ia membuka dompet yang diberikan lelaki itu. Ternyata isinya kartu donor tubuh. Si “Superman” mendonorkan anggota tubuhnya.

Dalam hati, produser itu berkata, “Dia benar-benar jadi ‘Superman’ “.

Ada banyak hal menarik yang bisa kita dapatkan dari film ini. Sebenarnya, tak perlu menunggu menjadi orang “super” untuk bisa membantu sesama. Dengan apa yang saat ini kita miliki, sebenarnya bisa menjadi sosok “superman” di kehidupan masing-masing. Semua orang bisa menjadi superman seperti tokoh dalam cerita tadi. Berbuat banyak demi orang lain.

“Strength doesn’t open big iron doors, but a small key.We all have the key inside us to open the door to a new future” (A Man Who Was A Superman)

Mulai saat ini, saya akan berusaha menjadi “superman” meski tak punya kekuatan seperti Superman.Bagaimana dengan Anda?