Bayang-Bayang yang Menjauhkan Mimpi

Bayang-Bayang yang Menjauhkan Mimpi

by 13 July 2019

“Terus terang, masih ada satu kekhawatiran saya pak… “ Ujar pria di hadapan saya… sementara suara AC berdesir meniupkan udara dingin menyusuri seluruh ruangan…

“Saya khawatir, kalo 100 cabang berhasil kami wujudkan, saya menjadi terlalu sibuk dan tidak bisa menikmati lagi waktu bersama keluarga, tidak sempat lagi bersantai, dan terlalu banyak waktu untuk bisnis….”, paparnya dengan mimik serius. Sementara istrinya di sebelah pria ini, menyimak dengan seksama dan memahami apa yang dirasakan oleh suaminya.

Pembicaraan ini, terjadi dalam sesi Mentoring Bisnis saya, kepada Sepasang Suami istri, berusia 28 tahun dengan seorang putri serta seorang putra, yang sedang mendesain ulang, cara mereka dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis mereka.

Mereka ingin, ada orang yang menuntun dan mendampingi mereka, ketika mereka sudah memutuskan, untuk ngebut dalam bisnis mereka. Di akhir 2018, mereka ingin memiliki 100 cabang Franchise, dan untuk itu, mereka tidak ingin mobil bisnis mereka terguling atau terjun ke dalam jurang, karena ngebut sendiri, tanpa pendamping disebelahnya. Mentoring ke ruangan saya, adalah caranya menemukan pendamping tersebut.

Seperti pria ini, banyak sekali para pemimpi di planet ini, yang bermimpi tinggi, bermimpi ingin meraih bintang, namun ada bayang-bayang yang mereka takuti, bayang-bayang ini menghentikan mereka, bayang-bayang yang memperlemah daya juang, bahkan benar-benar membuat si pemilik mimpi berhenti.

Begitu banyak mimpi yang berhasil dibunuh, karena diperkosa oleh bayangan-bayangan tidak perlu yang terus menghantui. Motivasi pun melemah, akhirnya benar-benar mati suri atau mati sungguhan.

Banyak dari mereka yang tahu, inilah penyebabnya, tetapi mereka bingung, bagaimana cara untuk menghilangkan bayangan itu. Sukses pun tak kunjung tiba, karena ketidaktahuan mereka, karena ketidakmampuan mengatasi bayangan tersebut.

Impian membeli rumah, memiliki bisnis, memiliki mobil atau menggantinya dengan mobil yang lebih baru, tak kunjung diperoleh.

NLP memiliki cukup banyak tools, untuk membuang bayang-bayang ini. Diantaranya adalah Swish Pattern. Swish Pattern sebenarnya sederhana. Metodenya adalah menghilangkan bayang-bayang yang mengganggu, dengan menggantinya dengan bayang-bayang yang baru, bayang-bayang yang diimpikan.

Hal ini dilakukan berkali-kali, sehingga ketika bayangan lama dipanggil kembali, bayangan itu tergantikan oleh bayangan yang baru. Bayangan yang baru bisa berarti sukses dalam bisnis, memegang medali di atas panggung malam penghargaan, mendapat ucapan selamat dari kolega dan lain sebagainya.

Seorang Praktisi NLP, biasanya telah mengikuti kelas NLP Practitioner selama 7 Hari dan dibimbing oleh seorang NLP Trainer yang direkomendasikan oleh Dr. Richard Bandler sebagai co-creator NLP ataupun NLP Trainer lainnya yang memang memenuhi Kualifikasi untuk itu.

Seorang NLP Practitioner biasanya akan mendownload submodality Anda, mengamati dan melakukan assesmen, sehingga akan terlihat, apa saja yang perlu digantikan dengan submodality yang baru, atau bahkan program yang baru, sehingga cara anda mengambil keputusan akan berbeda.

Karena struktur bangunan submodality yang berbeda, akan menghasilkan cara memproses informasi dengan cara berbeda.

Proses yang berbeda akan menghasilkan keputusan yang berbeda, keputusan menghasilkan tindakan berbeda dan pada akhirnya Nasib Anda pun akan berbeda.

Disinilah terungkap rahasia, mengapa sementara takdir tidak bisa diubah, nasib bisa diubah, yaitu dengan mengubah cara kita dalam mengambil keputusan. Keputusan yang berubah akan mengubah nasib kita.

NLP membantu, membantu kita memahami bagaimana proses otak kita dalam mengambil keputusan. Begitu juga, NLP membantu mengarahkan, tindakan dan pola seperti apa yang bisa mengubah tindakan orang lain.

Wah, lama-lama Anda jadi pengen lebih serius nich belajar NLP hehehe…

Nggak mahal kok, Anda bisa bertanya kepada professor Google, Anda kenali berbagai istilah dan metode, lakukan saja secara autodidak, sebelum Anda bertemu dan menghadiri kelas yang dibimbing oleh seorang Trainer NLP yang berpengalaman dan telah mengaplikasikan NLP dalam berbagai sisi kehidupannya.

Selamat belajar.. semoga cepat naik kelas ya…

Salam Hebat,

Putu Putrayasa

NLP Trainer, Licensed by Co-Founder of NLP, Dr. Richard Bandler dan tergabung dalam Society of NLP, USA