4 Hal yang Menyebabkan Bisnis Susah Menjadi Besar

4 Hal yang Menyebabkan Bisnis Susah Menjadi Besar

by 5 July 2019

Banyak orang ingin sukses dari bisnis era sosial media dan bisnis online dewasa ini. Namun, tidak semua pemimpi, berhasil membesarkan bisnis mereka. 

Apakah itu bisnis yang dimulai dari bisnis sampingan, bisnis rumahan, bisnis online atau apapun, sebenarnya semua bisnis memiliki potensi untuk menjadi besar. 

Tidak peduli bisnis tersebut dimulai dengan modal sendiri, kerjasama usaha dengan orang lain, modal pinjaman bank, modal dari orang tua, kepercayaan teman, koperasi, credit unionataupun sumber modal usaha lainnya, setiap bisnis memiliki peluang untuk tumbuh yang sama untuk menjadi besar. 

Boleh saja sebuah bisnis dimulai dari ide sederhana, ide yang dituangkan dalam mindmapbusiness model canvas atau bahkan bisnis plan yang lengkap. Sekali lagi, jika dikembangkan dengan sungguh-sungguh, semua bisnis tersebut bisa tumbuh menjadi bisnis yang besar sekaligus kokoh. 

Lalu mengapa begitu banyak bisnis tidak tumbuh besar, justru sebaliknya seperti bonsai mini yang kerdil dan mungil, bahkan perlahan-lahan tumbang oleh persaingan? 

Setidaknya inilah 4 hal, yang bisa Anda cermati, jangan-jangan Anda miliki dalam bisnis Anda ataupun kehidupan Anda. 

1. Mindset yang Kerdil

Hal pertama adalah mindset yang kerdil. Mindset yang kerdil artinya memang pemilik bisnis memulai bisnis dengan angka-angka kecil, harapan-harapan kecil yang muncul dari keyakinan dan kepercayaan diri yang kecil. 

Mindset mini inilah yang menjadi sumber kerdilnya bahkan kematian bisnis. Sebuah bisnis yang dibangun dengan mimpi dan keyakinan besar saja, tumbuhnya bisa kerdil dan akhirnya mati. Apalagi bisnis yang memang didesain dan dirancang dari cetakan pikiran bawah sadar alias mindset yang kecil, tentu akan lebih gampang mengecil dan mati. 

Mindset bisnis yang besar, mewakili semangat, keyakinan dan keberanian yang besar. Sebuah bisnis yang besar membutuhkan pemikir besar, keberanian dan kegigihan yang besar. Jadi kunci pertama untuk membangun bisnis yang besar adalah mindset yang besar. 

Rajin membaca buku yang memberikan keyakinan besar, buku motivasi, buku inspirasi dan kisah orang-orang sukses adalah salah satu cara untuk membangun MINDSET dan keyakinan diri yang besar. 

Ada ribuan bahkan jutaan orang yang sukses besar padahal memulai dari segala keterbatasan diri dan lingkungan. Mereka semua adalah bukti sekaligus inspirasi bagi pikiran kita. Pikiran bawah sadar, menjadi cetakan kejadian dalam kehidupan nyata kita. Ketika pikiran bawah sadar diisi dengan ribuan kisah sukses orang-orang besar, maka ia akan mencetak kesuksesan besar dalam hidup anda.

Bacalah buku mereka, carilah video mereka di youtube, hadirilah seminar mereka, training, kelas mentoring bahkan jadilah tim bisnis mereka. Ini akan menjadi blue print alias cetak biru bagi kesuksesan Anda selanjutnya. Sekali lagi, jangan remehkan urusan mindsetmindsetibarat cetakan atau molding bagi roti bisnis yang ingin Anda buat. Cetakan kecil akan menghasilkan roti kecil. Begitu juga sebaliknya. Jadi siapkanlah mindset besar, agar Anda layak membangun bisnis-bisnis besar, kelak di kemudian hari. 

2. Skill atau Keterampilan yang Rendah (Kerdil)

Hal kedua yang membuat bisnis kerdil adalah skill atau ketrampilan yang rendah alias kerdil. Setiap bisnis besar, perlu dibangun dari skill tersendiri. 

Banyak orang meremehkan soft skill bahkan tidak tahu apa itu soft skill. Kemampuan mempengaruhi orang lain baik itu dalam komunikasi biasa, memimpin rapat, bernegosiasi, kepemimpinan, melatih tim, presentasi bisnis dan menyelesaikan konflik adalah kemampuan softskill yang wajib dimiliki oleh para pemilik bisnis. 

Kemampuan komunikasi ini menentukan besar kecilnya tim bisnis yang bisa dibangun. Besar kecilnya tim bisnis akan menentukan kuantitas dan kualitas pekerjaan yang bisa dikerjakan. Besar dan kualitas pekerjaan atau proyek menentukan besar kecilnya bisnis Anda. 

Soft skill ini perlu dikembangkan oleh semua pebisnis baik yang sudah advance maupun pemula. Namun sayang, jarang sekali pebisnis yang secara serius, menghadiri kelas training untuk melatih kemampuan bisnis mereka. 

Selain soft skillhardskill juga perlu dikembangkan. Kemampuan akuntansi, adalah contoh kemampuan hardskill yang perlu di asah oleh setiap pebisnis. Ketika saya memulai bisnis sekitar 20 tahun lalu, kemampuan akuntansi adalah salah satu yang saya pelajari dan kembangkan. Kemampuan membuat dan membaca laporan keuangan adalah sesuatu yang penting dalam membangun bisnis yang besar.

Tanpa memahami akuntansi, sulit membangun bisnis yang besar. Wajar saja, bisnis mereka kerdil bahkan mati. Akuntansi adalah alat ukur bisnis kita. Tanpa akuntansi, menjalankan bisnis ibarat meraba-raba dalam gelap. 

Hardskill lain yang perlu dikembangkan adalah kemampuan teknologi. Tanpa penguasaan teknologi, sebuah bisnis akan sangat sulit menjadi besar. Teknologi adalah sebuah senjata rahasia, yang akan membuat bisnis anda melesat di depan pesaing-pesaing Anda, sementara akuntansi akan mengawal kecepatan bisnis Anda. 

Namun demikian, Anda tidak boleh terjebak berhenti pada memanfaatkan teknologi saja, karena itu bisa menjadi jebakan batman untuk bisnis Anda susah besar. Banyak orang memanfaatkan teknologi online dan sosial media akhir-akhir ini, untuk membangun bisnis online mereka. Namun mereka terjebak hanya sebatas menjadikannya bisnis sampingan untuk mendapatkan pendapatan tambahan yang relatif tidak besar. Tentu Anda tidak boleh terjebak seperti mereka dan mengerdilkan impian dan bisnis Anda, hanya karena merasa berada di zona nyaman bisnis Anda.

3. Kurang Berani Berinvestasi pada Alat Bisnis yang Lebih Besar

Hal ketiga yang membuat bisnis susah besar dan kerdil adalah kurang beraninya berinvestasi pada tools atau peralatan bisnis yang lebih besar. Sebagai contoh yang tidak banyak disadari oleh para pebisnis baik pemula maupun yang telah puluhan tahun membangun bisnis adalah pentingnya badan usaha dan struktur organisasi yang dipersiapkan untuk bisnis yang besar. 

Banyak orang tidak memiliki badan usaha, padahal sudah layak untuk membangun Perusahaan Perseroan Terbatas (PT) untuk mendapatkan dukungan dari pihak ketiga, baik suplier, klien, perbankan maupun investor, memiliki keyakinan yang lebih besar untuk memberikan dukungannya ketika bisnis anda memiliki badan usaha yang legal, struktur organisasi yang kuat, teknologi yang memadai, SOP yang tertulis dan laporan keuangan yang baik.

Apa yang saya sebutkan terdahulu adalah beberapa saja contoh tools yang diperlukan untuk membangun bisnis yang besar. Banyak orang terutama pebisnis tradisional yang tidak menyadari hal ini. Dengan membaca artikel ini, semoga anda tidak terjebak dan mengerdilkan bisnis anda, karena mengabaikan tools atau perangkat pendukung yang menyiapkan bisnis Anda menjadi bisnis besar. 

4. Tindakan

Hal ke empat adalah tindakan. Tindakan-tindakan sporadis, yang tidak direncanakan dengan baik, hanya akan menghabiskan waktu Anda, tanpa Anda pernah membuat perusahaan Anda menjadi perusahaan besar. Cara termudah agar tindakan Anda mendekat pada rancangan besar Anda adalah mendekatlah pada orang-orang yang telah mencapai apa yang Anda inginkan.

Meniru adalah cara paling alamiah dalam kita belajar. Untuk menjadi pebisnis online yang besar Anda perlu berada di lingkungan mereka. Untuk menjadi pebisnis properti, anda perlu bergabung dengan para broker, investor dan pengusaha properti. Anda perlu berada di lingkungan kelas satu, untuk menjadi kelas satu. Berada di lingkungan mereka, melatih pikiran bawah sadar Anda, membiasakan diri dengan pemikiran, kosakata dan tindakan besar. Berada di lingkungan pemikir dan pemimpi besar, melatih Anda menjadi seperti mereka dan akhirnya meraih impian-impian besar Anda. 

Nah, Anda telah menemukan 4 hal yang harus anda hindari sekaligus juga yang Anda perlu lakukan dalam artikel ini. Selamat mempraktekkan, semoga Anda terhindar dari jebakan pemikir dan pebisnis kecil, serta mampu jadi pemikir dan pebisnis besar yang menginspirasi kehidupan orang lain. 

Salam Hebat
Putu Putrayasa