Sejumlah Properti Kelas Menengah Diprediksi Mengalami Penurunan

Sejumlah Properti Kelas Menengah Diprediksi Mengalami Penurunan

by 23 December 2018

Perkembangan industri properti selalu saja mengalami kenaikkan atau penurunan, tergantung situasi dan perekonomian.

Belum pulihnya pasar properti perlu diwaspadai lantaran berisiko menimbulkan imbas negatif terhadap peringkat perusahaan di sektor tersebut.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Vonny Widjdja, bahwa sejumlah emiten dari sektor properti mengalami penurunan peringkat dan saat ini mendapatkan outlook negatif.

Mereka adalah PT Agung Podomoro Land Tbk., PT Duta Anggada Realty Tbk., PT Modernland Realty Tbk., DAN PT Summarecon Agung Tbk..

Dipihal lain, Alfred Nainggolan, selaku Kepala Riset PT Koneksi Kapital memperkirakan sektor properti masih cenderung tertekan pada tahun ini, terutama untuk perusahaan yang menyasar konsumen kelas menengah ke atas.

Managing Director Ciputra Grup, Harun Hajadi memaparkan, memang saat ini ada beberapa emiten yang pencapaiannya kurang bagus,sehingga rawan peringkatnya diturunkan. Apalagi jika EBITDA-nya terganggu sehingga kemampuan membayar utang menjadi terganggu.

“Tetapi ada juga yang tingkat gearing-nya masih kecil, misalnya debt to equity ratio masih dibawah 100%, kan masih tidak mengapa walaupun industri performance tidak bagus,” ungkapnya seperti dilansir Bisnis.com Senin (12/1/2018).

Menurutnya, diturunkannya peringkat hanya dikarenakan pertimbangan kemampuan sebuah perusahaan membayar hutangnya bukan semata-mata karena performance.

Bahkan Jika sebuah perusahaan kinerjanya kurang bagus, utangnya kecil dibandingkan ekuitasnya, berarti tidak mengancam kemampuan perusahaan membayar utangnya, maka peringkatnya tak akan terganggu.

Saat ini, kinerja industri properti memang harus lebih kreatif supaya dapat meningkat penjualannya. Oleh karenanya Ciputra berupaya melakukan diversifikasi proyek secara geografis.