Ini 5 Tips untuk Mencegah Kerugian dalam Berdagang

Ini 5 Tips untuk Mencegah Kerugian dalam Berdagang

by 31 July 2018

Apakah Anda seorang pedagang dengan persediaan/stok barang yang masih banyak? Apakah omset Anda dari hari ke hari tidak memenuhi target yang diharapkan? Jika ya, maka Anda harus berhati-hati dan cepat mengambil langkah agar usaha Anda tidak mengalami kerugian. Memang berdagang merupakan salah satu alterrnatif usaha yang dapat dilakukan, khususnya bagi mereka yang sudah lelah melamar pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Selain banyak pilihan dan jenisnya, berdagang dapat menimbulkan motivasi tersendiri bagi yang menjalankannya karena dapat menghitung dan mengetahui langsung berapa uang/keuntungan yang didapat. Berbeda dengan para pegawai yang harus menunggu satu bulan untuk menerima uang gajinya, seorang pedagang selalu dapat mengantongi uang setiap harinya, walaupun besar kecil uang yang diterimanya sangat relatif.

Namun walaupun demikian, sebagai seorang pedagang Anda pun harus mempunyai langkah jitu agar usaha yang Anda lakukan tidak mengalami kerugian. Berikut cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kerugian dalam berdagang:

1. Pilih barang dengan harga beli rendah

Sebelum Anda membeli barang, sebaiknya Anda kunjungi beberapa toko dan lakukan survei terhadap harga barang yang akan Anda beli. Penting sekali bagi Anda memilih harga beli yang rendah agar barang yang dijual dapat bersaing harganya atau bahkan mempunyai harga yang “lebih miring” dari harga pasaran. Dengan harga yang siap bersaing maka prospek dari usaha yang Anda jalankan pun akan semakin cerah. Dan pastinya Anda akan terhindar dari kerugian.

2. Lakukan pengecekan kualitas barang dan kemasannya

Jika Anda membeli barang dalam partai besar, maka lakukan pengecekan kualitas barang dan kemasannya sebelum Anda membayarnya. Hal ini sekaligus memastikan bahwa seluruh barang yang Anda beli dapat dijual kembali. Jika Anda tidak teliti dalam hal ini, maka Anda berisiko kehilangan target keuntungan yang sudah Anda perkirakan sebelumnya. Jika hanya terjadi kerusakan pada salah satu barang atau kemasannya, mungkin hal itu masih bisa dianulir, tapi jika jumlah barangnya yang berkurang maka itu akan memengaruhi omset yang akan Anda terima atau bahkan bisa menyebabkan kerugian untuk Anda. Karenanya agar terhidar dari kerugian, maka lakukan pengecekan kualitas barang dan kemasannya sebelum Anda menjualnya.

3. Perhitungkan seluruh biaya sebelum menentukan harga jual

Pada umumnya seorang pedagang kurang memperhitungkan seluruh biaya terkait dengan pembelian barang tersebut. Jika Anda sedang berbelanja maka masukkan biaya transportasi, jasa angkut, biaya reparasi terhadap barang-barang yang “lecet” dalam perjalanan sebagai modal atau harga beli. Selain itu sewa tempat dan biaya penggunaan listrik pun ikut diperhitungan khususnya bagi Anda yang berdagang hingga malam hari. Hal itu penting untuk diperhatikan karena sedikit banyak pasti akan memengaruhi harga jual yang akan Anda tetapkan. Dengan perhitungan modal/harga beli yang matang, maka Anda pun akan terhidar dari kerugian.

4. Adakan sistem pembelian “buy one get one free”

Apakah Anda pernah mempunyai persediaan/stok barang Anda masih banyak, sedangkan permintaan dari barang tersebut sudah mulai menurun? Atau Anda memiliki barang-barang yang hampir mendekati waktu kedaluwarsa? Jika ya, maka berlakukan sistem pembelian “buy one get one free”. Caranya Anda cukup menaikkan sedikit harga jual barangnya per item, yang penting modal dari dua buah barang yang dijual dapat tertutup. Hal itu perlu dilakukan agar persedian barang Anda berkurang atau bahkan habis, apalagi jika Anda menjual barang-barang yang dikonsumsi. Memang sistem seperti ini berdampak pada minimnya keuntungan yang diperoleh. Tapi, paling tidak Anda dapat terhindar dari kerugian dan dapat melakukan perputaran modal berikutnya.

5. Jual barang reject dengan harga modal

Anda tentu tidak menginginkan adanya barang reject, tapi barang tersebut kadang selalu ada dalam setiap pembelian barang khususnya dalam partai besar. Anda tidak perlu khawatir dengan barang reject karena barang tersebut masih layak pakai, hanya mungkin kurang sempurna dikarenakan adanya cacat yang bisa datang dari kelalaian produksi atau “human error” lainnya. Oleh karena itu, agar Anda dapat terhindar dari kerugian, Anda dapat menjual barang tersebut dengan harga modal.

sumber: bernas.id