Teknik Maut Meningkatkan Penjualan

Teknik Maut Meningkatkan Penjualan

by 22 July 2018

Pasang surut penjualan, tentu pernah dirasakan para pelaku pasar. Menghadapi kondisi tersebut, tak jarang para penjual dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam memasarkan produknya. Mengingat dunia marketing sangat dinamis dan penuh tantangan, para penjual pun harus pintar-pintar mencari peluang dan menghasilkan omzet penjualan yang cukup besar. Berikut ada 4 teknik maut meningkatkan penjualan yang telah dirangkum secara sederhana, antara lain:

1. Mempunyai hati melayani;

Melayani mempunyai arti bukan sebagai layaknya melayani seperti pelayan tetapi melayani dengan hati layaknya teman yang meladeni sesamanya secara sejajar. Di dalam bisnis apapun, melayani merupakan konsep yang paling penting dan merupakan tanggung jawab utama. Semua turunan dari melayani adalah kesuksesan untuk kita semua. Fokusnya adalah untuk membantu customer kita, tidak perlu sesuatu yang ‘wah’, kadang-kadang perhatian yang kecil saja bisa membuat suatu perbedaan yang besar terhadap respon customer.

2. Jadilah seperti ahli;

Untuk berjualan secara sukses, kita tidak perlu ilmu teknikal yang muluk-muluk. Secara sederhana saja, minimal kita mengetahui produk atau jasa yang kita jual, termasuk after sales service-nya dan mengerti kompetisi di bidang yang kita masuki. Mau lebih lagi? Masih ada kok, yaitu kita mencintai produk yang kita jual dan termasuk semuanya yang kita sebut sebagai ekosistem di bidang yang kita masuki.

3. Beri perhatian kepada hal kecil;

Nah, ada kebiasaan seorang penjual, biasanya, mengerjakan orderan yang besar dulu. Contoh lain, misalkan ada barang yang akan di-sale cuci gudang, wah! Cepat sekali tuh seorang penjual langsung menjual barang yang sedang discount secara langsung padahal kan sale-sale atau discount itu untuk menarik atau pemanis pembeli. Sebaiknya sebagai tenaga penjual yang kreatif, sale atau discountdigunakan sebagai kesempatan untuk melakukan cross selling. Misalkan, melakukan penjualan bundling antara barang yang discount dengan barang yang kurang laku untuk menarik minat customer.

4. Melakukan kerjasama team.

Memang di antara 3 faktor di atas yang memegang kunci untuk menjadi penjual yang sukses adalah kerjasama team. Bayangkan! Untuk membangun toko atau bisnis yang sukses diperlukan lebih dari 1 orang. Manfaatkanlah orang-orang di sekitar untuk membantu penjualan, seperti endorse atau direkrut untuk menjadi tenaga reseller. Semua tim wajib mengembangkan hati yang melayani dan mengaplikasikan peduli terhadap customer yang berasal dari dalam hati sang penjual itu sendiri. Pada saat semua tim melaksanakan faktor-faktor tersebut dengan prinsip yang sama, semua akan mencapai hasil yang sukses. Selain faktor-faktor yang telah disebutkan, ada satu faktor yang tak kalah penting, yaitu faktor contoh. Ya! Dengan memberi contoh yang baik maka semua tim akan tertular dibandingkan dengan buku panduan yang tebal.

Secara umum dapat ditarik kesimpulan, keberhasilan seorang tenaga penjual tidak hanya bergantung dari kualitas produk yang mereka jual, namun keberhasilan tersebut juga tergantung dari kualitas skill dan pengetahuan individu yang memasarkan.

Narasumber: Thomas Saptadi, GRSM West IV PT.Mayora Tbk.