Begini caranya, Beli Properti diDanai Bank

Begini caranya, Beli Properti diDanai Bank

by 12 February 2018

“Sekarang banyak Properti di bawah harga bawah pasar pak, tetapi mencari pendanaannya, Bank tidak mau mendanai pak…. “ Kurang lebih begitu respon seorang sahabat, di Facebook, ketika saya menggunggah sebuah status.

Persisnya Status di laman facebook saya itu berbunyi “ Salah satu keahlian, yang perlu anda miliki, adalah menemukan PROPERTI DIBAWAH HARGA PASAR. BELAJARLAH #CERDASPROPERTI” Tentu saja tidak ada yang salah dengan pernyataan sahabat saya ini, tetapi tidak ada yang keliru juga, dengan status saya tersebut. Hanya saja, memang perlu Praktek bertahun-tahun, agar BANK mau percaya, mendanai anda membeli properti dengan menggunakan uang mereka.

Sama seperti kebanyakan orang, 20 tahun lalu saya juga belum di percaya oleh Bank, untuk menggunakan dana mereka, dalam membangun dan membeli aset-aset saya. Saya menerima kredit Bank pertama kali, di tahun 2003, untuk pembelian kantor, bagi perusahaan perdagangan komputer saya ketika itu.

Lalu bagaimana caranya, dari tidak layak mendapat kredit bank, sampai akhirnya layak menerima kredit dari Bank? Cukup sederhana, Penuhi Syarat-syarat yang diwajibkan oleh Bank. Belasan tahun silam, saya rajin mengunjungi pameran perumahan dan juga mendatangi perumahan-perumahan baru di Jogja. Bermodalkan sepeda motor butut pinjaman, saya ajak kadek, istri saya, untuk melihat-lihat rumah yang kami impikan.

Kadang-kadang risih dan malu juga, karena dengan sepeda motor honda tahun 70an, yang kerap disebut sipitung, saya ketika itu memberanikan melihat-lihat perumahan yang tergolong mewah, yang jelas, bukan rumah subsidi dan harganya bisa 20x lipat dari harga rumah subsidi ketika itu. Sudah kebayang mampu membayar? Belum sama sekali…

Pertama-tama yang saya lihat dari brosur perumahan tersebut biasanya adalah angsuran bulanannya. Berapa angsuran bulanannya? Apakah saya sudah mampu membayar angsuran bulanan rumah tersebut?

“Angsurannya, maksimal sepertiga dari penghasilan ya mas… “, Sergah seorang marketing perumahan ketika itu.

“Hmmmm.. berarti penghasilan saya, harus 3x lipat dari angsurannya “ , sembari membayangkan, apa yang bisa membuat saya mampu mengangsur sebesar itu. Zaman itu, UMR di Jogja baru 200rb an, sementara angsuran perumahan tersebut adalah 3,5 Juta an, artinya saya harus punya penghasilan sekitar 11 juta per bulan, kalo ingin memiliki rumah tersebut. Itu artinya penghasilan setara 50x lipat dari UMR di Jogja.

Setelah mengetahui, bahwa saya tidak mungkin, memiliki rumah seperti itu dalam waktu dekat, maka selanjutnya yang saya lakukan berikutnya adalah membeli rumah yang mampu saya beli, sesuai tabungan saya ketika itu. Rumah subsidi, rusak dan tidak pernah dihuni, yang kira-kira perlu dirobohkan, kalo rumah itu mau dibangun dan layak huni. Tapi tidak apa-apa, saya anggap saja, membeli tanah, dan secara psikologis, saya sebagai pengantin baru, sudah punya rumah ketika itu.

Pikiran bawah sadar saya, sudah terlatih memiliki rumah. Ibarat lompat tinggi, saya telah melampaui satu mistar penentu, dimana dibawah mistar berarti belum punya rumah, di atas mistar berarti sudah punya rumah. Nah dengan tabungan saya ketika itu, saya membeli rumah seharga 14 juta rupiah, sudah cukup melegakan bagi saya dan keluarga. Terutama, bagi pikiran bawah sadar saya.

Langkah selanjutnya, adalah bermimpi, bermimpi untuk memiliki rumah impian saya. Selain berusaha meningkatkan penghasilan saya, agar memenuhi syarat memiliki rumah Mewah yang saya impikan, saya juga memastikan nama saya di Bank selalu” bersih”. Bersih bagaimana maksudnya? Saya tidak memiliki kredit bermasalah di Bank. Caranya? Yang pertama tentu saya meminjam di Bank.. yang kedua saya bayar angsurannya tepat waktu. Terus menaikkan kapasitas diri, tingkatkan penghasilan, jaga nama baik di Bank, itulah kurang lebih, cara-cara yang saya lalui, hingga akhirnya sekarang banyak aset yang saya beli, dibiayai oleh Perbankan.

Nah Apakah anda berminat? Jika berminat, Praktekkan dan Latihan terus Yukkk….

Salam Hebat

Putu Putrayasa

Penulis buku “8 Kecerdasan Berbisnis Properti”

CEO Of BERNAS GROUP

www.putuputrayasa.com