4 PRINSIP Mengakhiri Kemiskinan

4 PRINSIP Mengakhiri Kemiskinan

by 5 October 2015

Lahir dan Tumbuh di keluarga Miskin, menyebabkan, mungkin PR terbesar dalam hidup saya adalah menemukan jurus-jurus untuk mengakhiri kemiskinan dan menghentikannya datang kembali.

Dalam perjalanan pencarian saya, saya menemukan berbagai kata, kalimat, slogan, strategi dan teknik tentunya yang akan saya bagikan kepada anda setelah ini.

Setelah saya keluar dari Kemiskinan yang Mendera kehidupan saya, selanjutnya hasrat terbesar saya adalah membagikannya dengan berbagai cara. Entah kepada orang yang bertanya, mereka yang hadir di kelas-kelas training saya, para sahabat yang membaca di website saya, twitter, facebook, group WA, koran, majalah, maupun media lainnya. Hasrat berbagi saya, selalu berkobar dan bergelora setiap harinya.

Saya akhirnya sampai pada fase dimana salah satu guru saya, Robert T. Kiyosaki mengatakan ,”Ketika anda bertanya kepada diri anda sendiri, bagaimana anda bisa melayani lebih banyak orang ketimbang membuat lebih banyak uang dengan mudah, maka anda telah berjalan mengikuti prinsip-prinsip Tuhan”.

Saya kira inilah prinsip paling dasar yang penting dalam mengakhiri kemiskinan yang saya pegang. Prinsip untuk “Melayani lebih banyak Orang”. Jika anda membaca buku kedua saya -DESAIN ULANG HIDUP ANDA- Maka anda tentu telah membaca bahwa saya sangat meyakini bahwa “Hukum Semesta Bekerja Sempurna”. Itu mengapa saya menulis dengan gamblang, bagaimana saya belajar “Menyeleraskan diri” dengan 7 Hukum alam Semesta.

Berupaya selalu mengambil peran “Tangan Di Atas”, lebih suka mentraktir daripada di traktir adalah salah satu prinsip yang diajarkan ayah saya kepada saya. Menyumbang lebih banyak daripada orang lain, adalah latihan ketat di masa-masa sulit kehidupan kami. Namun Fondasi ini, rasanya yang telah memberikan Fondasi Mental sekaligus Fondasi Spiritual yang makin mendekatkan “Berkat” Tuhan kepada keluarga kami setiap Harinya. Melakukan pemujaan kepada Tuhan, tidak hanya dalam doa harian, melainkan juga dalam Tindakan, saya kira adalah FONDASI MENDASAR, untuk “mengakhiri kemiskinan”.

Prinsip kedua adalah prinsip untuk selalu RENDAH HATI terhadap berbagai PELUANG dan KESEMPATAN. Selalu mempelajarinya dalam pikiran, perkataan, perasaan dan Tindakan. Tidak buru-buru mengatakan “Tidak Bisa” atau “peluang jelek”. Tapi lebih menggunakan pertanyaan “Bagaimana agar Bisa” sehingga terjadi proses berpikir yang MELATIH KREATIFITAS. Alih-alih menghakimi peluang secara tergesa, saya membiarkan peluang tersebut menjadi Pembelajaran. BELAJAR dalam berbagai kesempatan, apakah kondisi krisis atau sebaliknya bisnis sedang di Puncak, membuat saya BELAJAR LEBIH CEPAT dibandingkan sahabat dan rekan di sekitar saya.

Prinsip selanjutnya adalah “Multi bisnis, Multi Income”. Tidak berpuas diri dengan SATU SUMBER PENDAPATAN… selalu MENANTANG DIRI untuk bisa MENGENDALIKAN BANYAK BISNIS tanpa kehadiran saya, adalah sesuatu yang saya pikir akan bisa MENCEGAH jatuh kembali ke fase kemiskinan.

Prinsip ke Empat dan terakhir dalam tulisan ini yang selama ini saya praktekkan adalah ASET ALOKASI. Mengalokasikan Uang dan investasi ke berbagai aset dari yang paling aman ke yang paling beresiko tetapi berpotensi menghasilkan profit yang tinggi. Aset yang paling Likuid sampai dengan yang paling sulit dijual. Mengalokasikan ASET di beberapa Propinsi… yang Tangible maupun intangible Asset… semua saya lakukan. Saya percaya semua instrument investasi memiliki kelebihan sekaligus kekurangannya. Mengkombinasikannya secara cerdas, sesuai dengan Tujuan Finansial Kita adalah hal yang sangat penting untuk menjaga KESTABILAN FINANSIAL atau bahasa sederhananya adalah MENJADI dan TETAP BERTAHAN KAYA sebagai kalimat lain dari “mengakhiri kemiskinan” yang saya tulis dalam judul artikel ini.

Tentu saja, apa yang saya Praktekkan ini adalah hasil mengkristalisasikan apa yang saya pelajari dari Guru-Guru Finansial saya Seperti Robert T. Kiyosaki, T. Harv Eker, Anthonny Robbin, Tung Desem Waringin dan banyak guru lainnya yang saya tidak sempat sebutkan satu persatu dan saya selalu harus berterimakasih kepada mereka.

Belajar, Mempraktekkannya, Tes dan Ukur mana yang efektif dan tidak efektif, lalu memperbanyak waktu untuk menduplikasikan yang efektif hingga benar-benar terbukti berhasil sebelum mengajarkannya adalah salah satu cara saya Memperkuat otot-otot finansial saya.

Nah bagaimanakah anda berlatih memperkuat otot-otot finansial anda?

Salam Hebat
@putuputrayasa
Pemimpin Umum Harian BERNAS
CEO of Hebat Group
www.putuputrayasa.com