Senjata Rahasia Bernama Digital Leadership

Senjata Rahasia Bernama Digital Leadership

by 13 August 2015

“Baik pak Putu…, Saya akan pelajari”, ujar lelaki pensiunan yang masih terlihat enerjik ini sembari menatap serius ke arah saya. Senyum tipis, mengurai keseriusanya menjadi lebih rileks.

Lelaki ini sudah berusia hampir 60 tahun. Namun masih selalu melemparkan ide-ide segarnya, kreatif dan penuh semangat. Sekarang pria ini, menjadi Salah satu utusan dari partner saya, di salah satu kampus yang bergabung dalam pengelolaan Hebat Group.

“Bagus Pak…, tanpa komunikasi digital, kepemimpinan akan menjadi lambat, sulit dan terpukul oleh persaingan”, ujar saya melanjutkan.

Salah satu penyebab runtuhnya berbagai perusahaan yang pernah mencapai masa keemasannya adalah lemahnya kepemimpinan. Lemahnya kepemimpinan, menyebabkan sulitnya tim berkomunikasi. Dan kemudian hal itu akan menyebabkan sulitnya membangun tim dalam meraih target yang telah ditetapkan.

Konon sekitar 80% kegagalan project, disebabkan oleh kegagalan dalam berkomunikasi. Kegagalan menyelesaikan project berarti gagal dalam memenuhi Milestone yang telah ditetapkan. Gagal mencapai tahapan-tahapan kecil pencapaian Ultimate GOAL alias TARGET TERBESAR yang telah ditetapkan.

Kegagalan komunikasi dalam sebuah organisasi, sering kali penyebabnya adalah kegagalan pemimpin menjadi Moderator dan Stimulan bagi organisasinya. Mengapa banyak pemimpin yang gagal dalam berkomunikasi dewasa ini?
Kebanyakan dari kita, ketika channel komunikasi langsung dan tatap muka digantikan oleh peralatan digital, gagaplah banyak orang dalam berkomunikasi.

Di tahun 90an, dalam bisnis saya, saya menggunakan telpon genggam sebagai sebuah teknologi paling mutakhir saat itu. Tidak semua bisnis menggunakan telpon genggam ketika itu. Menggunakan telpon genggam membuat saya mampu melayani konsumen dimanapun saya berada. Saya bisa melakukan penjualan, tanpa harus menunggu kantor dengan alasan telpon ada di kantor.

Berikutnya SMS adalah kemewahan berikutnya. Ketika bisnis saya berkembang menjadi beberapa cabang, laporan omset dan profit kotor harian dan lainnya bisa dilaporkan oleh tim saya langsung ke handphone saya dengan segera tanpa harus menunggu pertemuan. Ini adalah salah satu keunggulan dalam organisasi.

Dan kini seiring berkembangnya teknologi, memanfaatkan fungsi dari email, bbm, facebook, twitter dan group medsos menjadi keunggulan dalam daya saing bisnis saya. Inilah senjata Rahasia memimpin belasan bisnis bersamaan di 7 propinsi dan tetap efektif.

Digital Leadership sudah merupakan sebuah keharusan dewasa ini. Memastikan tim bisnis yang kita miliki menjadi lebih solid, lebih fokus, lebih cepat meraih target adalah keunggulan dari Digital Leadership.

Anda belum menerapkannya? Hati-hatilah, jangan-jangan 3-5 tahun lagi bisnis anda menjadi Organisasi usang alias macan Ompong. Soo… sekarang saat yang tepat, belajar dan menerapkan digital leadership, selain Digital Marketing, Digital Cash Management, Digital Business Proses dll.

Selamat mencoba. Salam Hebat.

 

Sumber : Koran Harian Bernas, Selasa 11 Agustus 2015