2+ Jurus dan Strategi Pengembangan Usaha

2+ Jurus dan Strategi Pengembangan Usaha

by 24 July 2015

Sudah memiliki usaha yang berjalan sekian waktu jangan dulu berpuas diri karena dunia bisnis adalah sesuatu yang dinamis. Cara terbaik untuk bertahan dalam bisnis ialah berkembang. Sehingga setelah mencapai suatu keberhasilan, jangan lama-lama terlena dengan kesenangan. Bangun dan kembangkanlah usaha tersebut agar semakin maju dan berjaya.

Banyak strategi yang bisa dilakukan dalam pengembangan usaha. Dalam istilah saya, saya membagi pengembangan usaha kedalam dua jenis :

Secara Vertikal, yaitu pengembangan usaha yang sifatnya membangun atau meningkatkan standar kualitas atau kapasitas bisnis yang dijalankan. Seperti melakukan inovasi produk, variasi produk, memperkuat brand dan lain sebagainya.

Contohnya jika Anda memulai usaha nasi goreng dengan gerobak, maka pengembangan usaha secara vertikalnya Anda bisa meningkatkan kapasaitas dengan berjualan di outlet/mini resto nasi goreng yang lebih besar.

Secara horizontal, yaitu pengembangan usaha yang sifat pengembangannya ke samping, menambah atau memperbanyak usaha. Seperti membuka cabang, menambah jenis usaha, membeli usaha lain dan lain sebagainya.

Contoh yang sama dengan pedagang nasi goreng tadi, jika Anda melakukan pengembangan horizontal maka Anda bisa membuka cabang atau gerobak baru di tempat lain.

Mana yang lebih baik melakuakn pengembangan vertikal atau horizontal? Jawabannya adalah tergantung jenis dan kondisi bisnis yang Anda jalankan karena setiap bisnis dan kondisi yang berbeda membutuhkan keputusan yang berbeda. Anda bisa mengkonsultasikan hal tersebut dengan tim bisnis, konsultan ataupun mentor bisnis Anda.

Meski melakukan pengembangan usaha adalah cara terbaik untuk bertahan dan meningkatkan level bisnis kita. Namun faktor biaya yang pasti muncul dalam pengembangan usaha juga perlu kita perhatikan. Karena inilah yang biasanya menjadi kendala banyak pengusaha dalam mengembangankan usahanya.

Namun sebenarnya ada banyak solusi pendanaan yang bisa kita dapatkan. Saya membaginya kedalam kategori Safety dan Akselerasi. Seperti menyisihkan dana dari laba operasional untuk pengembangan bisnis dan tambahan investasi atau modal dari pemilik usaha adalah cara safety yang bisa dilakukan.

Sementara melakukan pinjaman baik itu dari bank, kreditur atau pemberi pinjaman lainnya adalah solusi akselerasi yang juga cukup efektif digunakan saat akan mengembangkan usaha. Kenapa akselerasi karena selain proses pencairan dana yang relatif lebih cepat, adanya pinjaman atau hutang biasanya memotivasi kita untuk berusaha lebih keras sehingga pengembangan usaha lebih cepat berhasil.

Kapan saatnya melakukan pengembangan usaha secara safety dan akselerasi? Dalam memutuskan hal tersebut biasanya akan mempertimbangan faktor berikut ini

  1. Momentum atau kesempatan
  2. Experince (Pengalaman)
  3. Risk (Tingkat Resiko)
  4. Faktor lain

Dalam banyak kondisi saya biasanya mengkombinasikan jurus-jurus tersebut dengan cermat dan hati-hati. Nah siapkah Anda berkembang dengan usaha yang Anda jalankan?

Salam Hebat.