5 Kunci Sukses Melakukan Brainstorming Yang Efektif

5 Kunci Sukses Melakukan Brainstorming Yang Efektif

by 6 July 2015

Brainstorming adalah istilah populer yang digunakan ketika seseorang atau sekelompok orang akan mencari dan mengumpulkan ide. Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh Alex Osborn seorang eksekutif periklanan di tahun 1948. Dalam bukunya ia menyatakan bahwa konsep brainstorming merupakan salah satu metode yang efektif dalam merangsang lahirnya ide.

Berbagai pekerjaan mulai dari pelajar, karyawan, seniman, profesional terlebih pengusaha sangat membutuhkan ide-ide segar untuk banyak keperluan di berbagai bidang. Brainstorming bisa dilakukan baik sendiri maupun berkelompok.

Namun sayangnya tidak semua orang memahami esensi dan cara melakukan brainstorming yang benar. Sehingga proses pengumpulan ide tidak mencapai hasil yang efektif dan sesuai yang diharapkan. Untuk itu dalam artikel kali ini, saya akan sedikit sharing tentang cara melakukan brainstorming yang efektif :

Pertama, Sepakati Adanya Batasan Waktu

Ini penting agar proses brainstorming tidak menghabiskan banyak waktu sia-sia. Dan disadari atau tidak, otak kita akan lebih terpacu untuk berpikir ketika ada batasan waktu.

Kedua, Pastikan Ada Seseorang Yang Bertugas Mencatat

Ciri khas dari brainstorming adalah spontanisme. Kadang ide muncul begitu saja dan hilang begitu saja. Untuk itu perlu satu orang yang bertugas mencatat semua ide-ide yang muncul. Banyak yang menyepelekan hal ini akhirnya ide yang tadi muncul, lupa dan tidak dibahas lebih lanjut.

Ketiga, Lupakan Aturan Dan Keterbatasan

Seringkali ide susah muncul ketika kita berpikir tentang keterbatasan. Belum apa-apa sudah berpikir tidak bisa. Di saat brainstorming buang hal itu. Berpikirlah bahwa segalanya bisa dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Everything Is Possible, prinsip ini harus Anda pegang teguh dalam mencari ide.

Keempat, Fokus Pada Kuantitas

Pada saat brainstorming jangan dulu memikirkan apakah ide tersebut berbobot dan bisa dilakukan atau tidak. Fokuslah untuk memperbanyak jumlah ide dahulu. Buat semua peserta aktif mengutarakan idenya.

Kelima, Jangan Ada Sanggahan Dan Kritik

Brainstorming berbeda dengan diskusi apalagi debat. Tidak ada sanggahan ataupun kritik atas ide orang lain. Sepakati bersama bahwa apapun ide yang diutarakan tidak boleh disanggah atau dikritik dahulu. Karena ini akan mematikan ide liar yang sedang bekerja.

Jika waktu habis dan banyak ide sudah terkumpul, barulah masuk pada fase diskusi. Dalam fase inilah ide yang terkumpul boleh dianalisa, dikritisi, saling memberi masukan atau mungkin mix and match satu ide dengan ide lainnya.

Ini adalah fase penyempurnaan maka berusahaalah membuat ide yang dianggap aneh, gila dan tidak mungkin itu lebih membumi dan bisa diwujudkan. Ketika semua peserta berpikir itu bisa, maka cara atau solusi yang melengkapi dan menyempurnakan ide sebelumnya pasti bermunculan.

Terakhir, pilihlah satu atau dua ide yang paling kreatif, produktif dan bisa dilakukan.