Kedahsyatan Anchor

Kedahsyatan Anchor

1 May 2015

Anda pernah melihat gaya Lionel Messi sesaat setelah dia mencetak gol ke gawang lawan? Anda pernah melihat teman anda tiba-tiba menangis setelah mendengar lagu tertentu? Atau malah anda pernah mengalami saat di rumah tetangga ada bendera kecil warna putih lalu anda menyimpulkan bahwa di sana ada tetangga meninggal dunia?

Contoh-contoh di atas adalah suatu fenomena bahwa seseorang akan melakukan suatu reaksi atas suatu hal tertentu yang mungkin berbeda dengan orang lain. Jadi pada saat kita menemui atau mengalami suatu peristiwa tertentu maka reaksi yang kita berikan berbeda-beda bahkan ada yang sangat ekstrem karena adanya suatu pemicu (stimulus) tertentu. Dalam NLP, stimulus atau pemicu ini disebut dengan nama anchor.

Menurut Ronald dan Lily (Ronald dan Lily Nurdanadarma, Neuro Associate Conditioning System, Elx Media Komputindo, 2010), anchor adalah sebuah stimulus (pemicu) dalam bentuk gambar, suara, sentuhan, aroma atau yang bisa dikecap. Anchor ini bisa bersifat positif  (gembira, bahagia, semangat, bergairah) atau juga negatif (sedih, kecewa, dendam, ketakutan) tergantung bagaimana dulu anchor itu terbentuk.

Berita baiknya, dalam NLP menyediakan teknik anchoring untuk menghilangkan anchor   negatif bisa, begitu juga sebaliknya kita bisa membuat anchor positif.

Ronald dan Lily memberikan langkah-langkah membuat anchor adalah sebagai berikut :

  1. Fokus dan asosiasikan diri anda sepenuhnya pada perasaan positif, tingkatkan terus dan terus.
  2. Aplikasikan terus stimulus tersebut sampai mencapai angka 10 (skala 1 sampai 10).
  3. Gunakan stimulus unik
  4. Ingatingat kembali bagamanacaranya anda menekan stimulus dan panggil kembali saat diperlukan kapanpun.

Untuk menghebatkan diri dan bisnis menjadi pribadi dan bisnis sukses, maka buatlah anchor yang akan anda gunakan setiap anda ingin meningkatkan motivasi dan semangat untuk terus maju dan berkembang menjadi pribadi yang semakin hebat.

Oleh Sungkono

Praktisi NLP, Dosen STIEBBANK