Ide Promosi “Jumat Lima Ribu”

Ide Promosi “Jumat Lima Ribu”

30 April 2015

Jumat lalu, saya berniat memotong rambut yang sudah mulai tidak rapi tetapi belum beruntung tempat potong rambut langganan ternyata tutup. Setelah berputar-putar, pandangan saya terhenti pada papan bertuliskan “salon pria, potong saja, khusus hari Jumat Rp 5.000.” Dengan rasa penasaran, saya menghentikan kendaraan dan memarkir kendaraan tepat di depan tempat potong rambut tersebut. Lalu masuk dan duduk menunggu.

Sambil menunggu, saya memperhatikan setumpuk majalah pria dan bacaan berisi informasi lifestyle pria di sudut ruangan. Saya tertarik membaca tulisan besar tertempel di dinding “khusus hari Jumat potong rambut saja Rp 5.000.” Di sebelah tulisan tersebut ada daftar harga jasa potong rambut yang berisi tulisan: hari biasa potong rambut Rp 8.000; potong, cuci, dan pijat Rp 10.000; creambath Rp 25.000; cat rambut Rp 40.000.

“Mari mas, silakan pindah ke kursi ini!” tukang potong mempersilakan saya pindah ke kursi besar berwarna hitam. “Dirapikan ya, Mas. Ini hari Jumat ya, Mas?” saya bertanya dengan nada mengingatkan—berharap dapat diskon. “Iya Mas, anda beruntung. Hari ini masih promosi, Mas!” tukang potong rambut berkata sambil tersenyum, memberikan harapan kepada pelanggan barunya, dan terus bekerja memotong rambut.

“Baru buka berapa hari?” saya bertanya dengan rasa penasaran jenis pelayanan jasa potong rambut pria ini. “Tiga minggu, Mas,” ujarnya dengan bangga dan bersemangat. Setelah pekerjaan memotong rambut selesai, saya dipersilakan pindah ke sebuah kursi, duduk posisi setengah tidur dengan tempat mencuci rambut tepat di atas kepala. Dengan terampil, tukang potong rambut membersihkan sisa potongan rambut di kepala saya dengan cara mencuci menggunakan air dan shampo yang tersedia. Setelah selesai, saya dipersilakan pindah ke kursi yang sebelumnya untuk memotong rambut tadi, tukang potong rambut kemudian mengambil cairan hair tonic, dan diusapkan ke kepala saya, sambil memberikan pijatan di seluruh kepala dan leher. Terasa dingin dan segar di kepala. “Sudah selesai, Mas. Silakan minum,” tukang potong rambut berkata sambil menunjuk sebuah gelas di atas meja. “Berapa ongkosnya, Mas?” “Semuanya lengkap Rp 10.000.” Ya, lengkap: potong, cuci, dan pijat. Sangat hebat, komunikasi dan ide promosi yang dilakukan olehnya “khusus hari Jumat potong rambut saja Rp 5.000.” menarik, kan?

 Oleh Susatyo Herlambang, S.E., M.M.

Pengusaha, Penulis Buku, Dosen STIEBBANK