Menangkap Peluang Bisnis Properti, Perlu Kejelian

Menangkap Peluang Bisnis Properti, Perlu Kejelian

by 10 April 2015

Saya rasa bisnis apapun pasti membutuhkan kejelian kita dalam menangkap peluang bisnis, termasuk juga properti. Jika tak jeli, maka sangat sulit bisa menangkap peluang bisnis yang punya prospek yang bagus ini. Memang, mau tak mau kita harus siap menghadapi tantangan di bisnis ini, yang tentu saja beraneka ragam. Tetapi selagi kita jeli melihat atau menangkap peluang usaha ini, bukan tidak mungkin kesuksesan yang akan kita raih. Rezeki akan kita dapat dan kita manfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Jeli melihat usaha bisnis properti itu membutuhkan trik khusus. Karena apa?  Menggeluti bisnis ini gampang-gampang susah, ada yang kelihatanya tidak punya pengalaman khusus untuk terjun ke dunia properti tapi ternyata bisa sangat sukses. Tetapi sebaliknya, orang yang punya berbekal dari ilmu segudang yang telah dipelajari di pelatihan-pelatihan atau pengalaman selama menjadi karyawan, namun kenyataannya tidak pernah berhasil ketika terjun ke dunia usaha ini. Bahkan, bisa jadi untuk memulainya saja tidak berani.

Lantas bagaimana sebaiknya, kita bisa jeli melihat peluang bisnis ini? Dari berbagai referensi dapat kami simpulkan bahwa untuk bisa jeli menangkap peluang bisnis properti yaitu:

(1) Kita harus mampu menanamkan pola pikir pada diri tentang keutamaan memberi, melayani dan menebar kemanfaatan. Dengan begini maka kita bisa lebih peka pada hal-hal yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat. Masalah penghasilan itu urusan nanti, karena kalau pola pikirnya seperti ini berarti berusaha melayani setiap konsumen dengan giat dan sebaik mungkin, maka secara otomatis penghasilan mengikuti.

(2) Kita tak ada salahnya jalan-jalan di pusat perbelanjaan. Seseorang yang berpikir konsumtif akan berpikir tentang barang apa yang akan dibeli, sebaliknya seorang pengusaha akan memanfaatkan kegiatan jalan-jalan tersebut untuk melihat barang atau layanan apa yang paling diminati.

 (3) Ketika kita mencari suatu barang misalnya bahan bangunan tertentu, ternyata sulit menemukannya atau harus bepergian jauh untuk menemukan toko yang menjualnya, maka tidak ada salahnya lalu kita berpikir bagaimana jika puluhan, ratusan atau bahkan jutaan orang juga menghadapi situasi yang sama, maka akan sangat menjanjikan  jika kita membuka toko dan menjual bahan bangunan tersebut.

(4) Kita bisa juga bergabung dengan komunitas bisnis properti. Dengan masuk ke komunitas ini, disini kita bisa mengenal rekan-rekan seprofesi, berbagi cerita dan bekerja sama untuk menjalankan peluang usaha yang punya prospek cerah. Ingat bahwa berpikir dengan banyak kepala itu akan lebih mudah untuk menemukan atau memecahkan sesuatu yang kita harapkan.

Oleh karena itu, saat kita merasa sudah mahir dalam menjalankan roda bisnis ini maka bukan lagi peluang yang kita cari, tetapi justru bagaimana cara menciptakan peluang itu sendiri, misalnya dengan memanfaatkan media untuk memprogram trend masyarakat tentang jenis properti yang paling diminati, membuat perencanaan tata kota suatu wilayah yang sebelumnya hanya berupa tanah kosong atau persawahan, dan hal-hal lain yang pastinya masing-masing pengusaha properti punya rahasia khusus dalam menjalankan roda bisnis dunia bangunan ini.