Perubahan Menuju Markerter VIP

Perubahan Menuju Markerter VIP

25 March 2015

Hermawan Kartajaya, Guru Marketing Indonesia, mengingatkan bahwa dunia pemasaran sedang mengalami perubahan fenomenal. Ia ungkapkan peringatan ini saat membuka musyawarah daerah Indonesia Marketing Asociation ( IMA ) chapter DIY 2013, beberapa hari yang lalu. Tiga perubahan disebutnya: dari individual menjadi sosial, dari vertikal menjadi horizontal, dan dari eksklusif menjadi inklusif.

Saya setuju. Coba kita lihat para tokoh popular yang muncul dan menarik perhatian dunia. Jokowi, sang Gubernur DKI Jakarta pelopor blusukan, yang tidak mendudukkan dirinya secara  eksklusif. Ia membaur di tengah masyarakat. Ada lagi tokoh dunia Paus Fransiskus yang begitu fenomenal melakukan perubahan drastis . Dari posisi seorang paus yg biasanya sangat sakral , eksklusif, dan sifatnya vertikal, ia jadikan horizontal. Paus Fransiskus berpergiaan masih naik bus umum, berkomunikasi lebih terbuka dengan umatnya, bahkan pada saat perayaan Kamis putih, Paus mencuci  dan mencium kaki dua  belas nara pidana, termasuk yang ortodoks dan muslim… Luar biasa!

Apa yang dilakukan oleh kedua tokoh yang luar biasa itu pada kenyataannya menjadi sangat popular dan dunia menyukainya. Mereka jadi inspirasi banyak orang. Fenomena itu menguatkan kita bahwa dunia marketing sudah berubah.

Marketer harus siap dengan perubahan tersebut. Apalagi, trend investasi global juga sudah bergeser ke negeri kita. Jika sebelumnya tiga besar negara tujuan investasi adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand, sekarang para investor mulai melirik tiga negara yang lain, yang diprediksi mempunyai potensi lebih menjanjikan, yaitu Vietnam, Indonesia, dan Philipina yang disingkat dengan Negara VIP.

Nah, sudahkan para markerter Indonesia siap menjadi tuan rumah di Negara VIP? Yukks, kita mulai dengan menghadapi pelanggan kita bukan saja dengan “serving” , tetapi juga dengan “taking care of them”. Merujuk pada Hermawan, secara marketing, kita harus menyesuaikan dengan perubahan.

Pertama, tingkatkan kompetensi diri , serta perbaharui keilmuan dan skill lainnya secara berkesinambungan . Kedua, tambah wawasan  dengan banyak membaca dan mengamati hal hal eksternal sampai ke level global. Dan ketiga, menggunakan strategi dan teknik marketing yang tepat.

F. Sisca Diwati

Dosen @STIEBBANK