Apa Gunanya Belajar NLP ?

Apa Gunanya Belajar NLP ?

by 4 March 2015

Pak Putu yang Hebat,

Saya seorang karyawan. Saya sudah membaca buku Bapak The Millionaire Steps. Saya tertarik dengan NLP di biografi Bapak. Apa manfaat belajar NLP untuk kesuksesan bisnis? -Destiana

Salam Hebat Bu Destiana,

Ibu ternyata cukup cermat membaca biografi para penulis, termasuk biografi saya. Bahkan ibu menanyakan bagaimana NLP bisa bermanfaat buat kesuksesan bisnis.

Ibu Destiana yang selalu mengHEBAT, NLP didefinisikan dengan berbagai hal. Ada yang bilang ilmu sikap, teknik, dan strategi untuk sukses. Ada yang bilang strategi berkomunikasi dll. Menurut hemat saya, NLP adalah ilmu mempercepat kesuksesan karena mengetahui bagaimana cara kerja pikiran, perasaan, dan tindakan seseorang dalam membangun sebuah rangkaian tindakan yang akhirnya menghasilkan kesuksesan.

Nah uniknya, kesuksesan hampir setiap orang memiliki kemiripan-kemiripan. Misalnya, orang-orang yang sukses, bersikap jujur, memiliki motivasi tinggi, bertanggung jawab, memiliki dream, goal, pandai bergaul, dll.

Richard Bandler seorang mahasiswa matematika dan John Grinder seorang profesor bahasa. Mereka adalah 2 genius yang melakukan riset dan praktik lebih dari 40 tahun mengenai pola-pola sikap, perilaku, dan strategi orang-orang sukses. Sebagai kebalikannya, untuk membuktikan hasil riset mereka berhasil maka mereka menangani kasus-kasus orang trauma, phobia, stress, dll. Menurut mereka, pengalaman setiap orang memiliki struktur. Ketika diubah strukturnya maka mereka memiliki tindakan dan perilaku yang berubah pula sehingga hasilnya berubah.

Contoh sederhana, seseorang yang telah berkali-kali membangun bisnis, selalu gagal. Di NLP diajarkan sebuah prinsip bersikap bahwa tidak ada yang namanya kegagalan. Yang ada adalah feedback atau respon bahwa cara yang kita lakukan, belum mengantarkan kita padahal yang kita inginkan, yang kita anggap sukses itu. Artinya? Kalo mau menghasilkan apa yang diharapkan? Ya ubah cara berpikir, berkata-kata, merasakan, dan bertindak. Nah pola-pola ini yang diajarkan di NLP.

Jadi bagaimana hubungannya dengan bisnis? Banyak orang salah menilai bahwa kalau ingin membuat bisnis restoran, maka keahlian yang paling penting adalah memasak. Inilah kesalahan besar yang dimiliki kebanyakan orang. Keahlian memasak (hard skill), kira-kira hanya memberi porsi sekitar 20% dari total keseluruhan, sementara 80% ditentukan oleh soft skill seperti keahlian berkomunikasi, memimpin, mentoring, coaching, public speaking, meeting management, time management dll.

Nah basic semua soft skill itu diajarkan di NLP. Itu mengapa saya sangat suka belajar NLP, bahkan hingga belajar langsung dari Co-Creator NLP, Dr. Richard Bandler, di Orlando, USA.

Nah apakah ibu mulai tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai NLP? Jika ibu mulai tertarik, tenang saja bu, STIEBBANK Hebat Business School akan menyemarakkan suasana belajar NLP di Jogja dilanjutkan dengan Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Ibu boleh mulai melakukan komunikasi dengan pihak @STIEBBANK kapan kiranya, ada kopi darat, untuk para penggemar pembelajaran NLP akan berkumpul di Jogja ya Bu?