Masalah Bukan Sumber Uang

Masalah Bukan Sumber Uang

by 3 March 2015

Salam hebat Pak Putu,

Saya guru SMP. Suami wirausaha. Saya mau mengubah mindset siswa dari “uang adalah sumber masalah” menjadi “uang adalah sumber kebaikan” supaya mereka tidak alergi untuk berbisnis dan mencari uang. (Ulyati)

Salam Hebat bu Ulyati,

Terimakasih atas pertanyaan ibu yang Hebat. Ibu betul sekali, mindset adalah akar dari sebuah tindakan. Keyakinan adalah faktor utama dalam mindset. Tanpa mindset yang benar, tanpa keyakinan yang benar, maka tindakan nyaris tidak berguna karena tindakan itu menjadi tindakan yang lemah tanpa daya.

Ketika seseorang melihat uang adalah sumber masalah, maka tidak akan ada niat yang kuat untuk mengejar, mengumpulkan, dan mempertahankannya. Mindset yang keliru tentang uang adalah sumber kemiskinan dan kehidupan yang apa adanya dan ala kadarnya.

Keyakinan tersebut biasanya bermula dari rekaman di pikiran bawah sadar yang melibatkan pengalaman emosional sekaligus menyakitkan tentang uang. Misalnya: Pertengkaran orangtua di meja makan yang disebabkan uang, pertengkaran antarsaudara karena berebut warisan, dll.

Jika karena pengulangan atau intensitas yang tinggi, kejadian-kejadian yang negatif dan bermasalah muncul ketika membicarakan uang, maka muncullah sebuah keyakinan “uang adalah akar masalah”.

Padahal, kalau kita telisik lebih dalam, bukan uangnya tetapi “kekurangan” uang atau “keserakahan” akan uanglah yang menjadi sumber masalah. Sooo…. Yang perlu saya dan Ibu sepakati adalah, bukan uang, melainkan “kekurangan” dan “keserakahan” akan uang yang menjadi sumber masalah. Buktinya?

Ajaklah siswa ibu datang ke panti asuhan, atau setidaknya berimajinasilah dengan siswa.
Kita uji keyakinan pertama: “uang adalah akar masalah” maka jangan berikan uang kepada anak-anak panti ini…. Setidaknya sebulan, jangan beri uang…

Apa yang terjadi?

Muncul masalah, bukan? So, yang bikin masalah uangnya atau “kekurangan” uangnya?

Sekarang, mari kita balik. Ketika mereka sedang bermasalah dengan uang, lalu kita berikan mereka uang untuk membeli semua kebutuhan hidup mereka. Dalam hal ini, bukankah justru uang membantu menyelesaikan permasalahan hidup mereka?

Sebaliknya, cobalah beri uang yang banyak di hadapan mereka, sangat mungkin mereka akan berebut dan saling pukul. Hal itu banyak terjadi di kehidupan nyata. Ketika miskin akur, begitu ada uang banyak, mereka mulai serakah…

Nah bukankah “serakah” adalah akar dari permasalahannya?

Berikanlah juga contoh bu dengan apa sebuah masjid, gereja, pura, dan wihara dibangun? Dengan apa, Alqur’an , Weda, Injil dan Tripitaka dicetak? Apakah semua itu bisa kita lakukan tanpa uang? Lalu apakah kita mau, mengatakan semua tempat ibadah dan kitab suci, dibangun dan dicetak oleh akar masalah bernama uang?
Semoga membantu Bu…