Kreativitas Menembus Batas

Kreativitas Menembus Batas

27 February 2015

Berdasarkan data Kemenkominfo, industri kreatif mampu tumbuh 9% dibandingkan tahun sebelumnya dengan nilai Rp 13,2 triliun atau sekitar US$ 1,3 miliar. Omset industri kreatif itu berasal dari industri berbasis teknologi informasi (TI) dan piranti lunak tahun lalu sekitar Rp 3,9 triliun, games sekitar Rp 1,8 triliun, serta media konten untuk televisi (TV) dan radio Rp 7,4 triliun. Industri kreatif mampu menyerap lapangan kerja hingga 220.000 orang.

Kreativitas memang memegang peranan penting dalam kemajuan suatu industri, salah satunya industri kreatif. Namun sebenarnya kreativitas tidak hanya dikotakkan dalam konteks industri kreatif saja, kemudian industri atau bidang yang lain tidak perlu kreatif.

Kreativitas diperlukan dalam segala bidang kehidupan, termasuk dalam kehidupan pribadi. Jika Anda merasa bosan atas hidup Anda, itu tanda bahwa Anda kurang kreatif. Kreativitas tidak melulu dalam hal menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas juga diperlukan untuk membuat sesuatu itu lebih cepat, lebih ringan, lebih tahan lama, dan “lebih-lebih” lainnya.

Kita semua setuju jika Steve Job (Alm.) adalah salah satu orang paling kreatif. Dia menciptakan iPhone, iPod, dan MacBook Air dengan segala kecanggihannya. Tetapi, sadarkah kita bahwa iPod adalah hasil evolusi portable music player yang bermula dari Sony Walkman (kaset), CD Player, MP3 Player, lalu barulah menjadi iPod? Steve Job (Alm.) tidak menciptakan alat yang belum ada. Dia memodifikasi sesuatu untuk menjadi lebih baik. Itulah kreativitas!

Jadi bagaimana caranya supaya kita menjadi kreatif? Pertama, berniatlah untuk menjadi kreatif. Ingatlah hal itu dan berusaha menjadi kreatif. Kedua, miliki keinginan untuk selalu menjadi lebih baik lagi. Stop cepat berpuas diri dengan pencapaian Anda sekarang, karena Anda bisa melakukannya lebih baik lagi. Ketiga, miliki wawasan yang luas. Bacalah banyak buku, ikuti seminar, dan bergaul dengan banyak orang. Pengetahuan ataupun pengalaman yang Anda dapatkan bisa dijadikan pacuan untuk menjadi lebih kreatif.

Peter Dendi H

Dosen @STIEBBANK