Mengapa saya di Tolak?

Mengapa saya di Tolak?

by 25 February 2015

Berapa besar, Tim Kehidupan yang mendukung anda, Meraih mimpi-mimpi anda? Suasana business Coaching saya di Hebat Building minggu lalu, mungkin akan membantu anda, memberi gambaran, agar Tim kehidupan anda semakin besar dan pencapaian impian anda lebih cepat …
“Bagaimana cara, agar kita diterima ketika hendak menyebarkan brosur di Sekolah-sekolah, Untuk Usaha Ojek Sekolah saya ya pak?, Karena, Tim saya sering di usir oleh Satpam, ketika sedang membagikan Brosur”, Tanya Reza, Mahasiswa Semester Pertama, Di @STIEBBANK di Suatu Sore.
Ini adalah sebuah pertanyaan konsultasi, di “Group Business Coaching” mahasiswa STIEBBANK kepada saya, bersama belasan mahasiswa lainnya. Mungkin juga, pertanyaan serupa, ada didalam benak anda. Terima atau tidak, suka atau tidak, dalam hidup kita pasti akan menghadapi penolakan.
Lalu bagaimana Caranya, agar kita tidak ditolak?

“Ada 3 hal, yang perlu kalian ketahui ketika berhubungan dengan orang lain”, menjawab pertanyaan Reza.

“Pertama, Kalian akan diusir ketika mengganggu, Kedua kalian akan Ditolak ketika meminta, ketiga kalian akan diterima ketika memberi”, Papar saya, sementara mereka menyimak sembari mencatat.

Kalau kalian membagikan brosur, yang akhirnya jadi sampah di sekolah tersebut, kalian akan diusir. Kenapa? Karena itu mengganggu, merusak kebersihan sekolah. Bisa membuat sampah beterbangan dan menjadi pekerjaan ekstra bagi karyawan kebersihan sekolah. Itu mengapa saya katakan, kita akan diusir, jika mengganggu. Nah, berhati-hatilah, pikirkan orang lain dalam setiap tindakan kita, jangan sampai mengganggu orang lain.

“Kedua, kita akan ditolak, ketika meminta. Misalnya anda datang ke sekolah, dan meminta pihak sekolah mengumumkan keberadaan ojek sekolah yang kalian tawarkan, maka bisa jadi, anda ditolak. Kenapa? Anda untung, sementara mereka dapat apa?, artinya, kalian sedang meminta orang lain melakukan sesuatu untuk keuntungan kalian, maka jika ini yang anda lakukan, anda akan ditolak bukan?”, Lanjut saya lebih panjang lebar.

“Nah ketiga, Anda akan memiliki kemungkinan diterima, jika anda datang untuk memberi. Misal, jika anda datang untuk memberi bantuan, kepada pihak sekolah, Tentu, jika ini tidak melanggar peraturan di sekolah, anda akan lebih mudah diterima, misalnya, memberikan beasiswa sebesar Rp. 50.000 kepada mahasiswa tidak mampu di sekolah tersebut, setiap ada Satu anak berlangganan Ojek Sekolah Kalian, Bukankah itu menarik?”, Papar saya.

Tentu kondisi setiap sekolah akan berbeda, mungkin sekolah negeri akan berbeda dengan sekolah swasta, tapi dengan mental memberi, Anda akan lebih mudah untuk diterima dan diajak bekerjasama oleh pihak-pihak lain.

Seperti Halnya Reza, yang mengalami penolakan bahkan terkadang pengusiran di Sekolah, begitulah kita di dalam kehidupan.

Bukankah kita menemui lebih dari 1000 orang, tetapi hanya sebagian kecil saja yang menerima kita, Menjadi Teman bahkan sahabat kita?

Bahkan jika bicara Team Kehidupan, prosentasenya bisa kecil sekali. Pandai-pandai membawa diri, dengan mental memberi akan memperbesar tim kehidupan kita, sementara mental meminta menyebabkan kita meminta, bahkan sekedar meminta dipuji, bisa menyebabkan kita terlihat sombong, lalu kita ditolak oleh orang lain….

Sooo…
Mari perbesar Tim Kehidupan dengan mental memberi…. Siappppp?

Salam Hebat
Putu

Putu Putrayasa
Business and Property Specialist
www.PutuPutrayasa.com